HANKAM

KSAD Pastikan TNI AD Sudah Mapping Daerah Rawan Pemilu

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Agus Subiyanto.
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Agus Subiyanto. (IDM/Albrianso Wayapen)

Jakarta, IDM - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Agus Subiyanto memastikan pihaknya sudah memetakan (mapping) daerah rawan-rawan dalam Pemilu mendatang.

Hal ini dikatakannya saat menghadiri rapat dengan Komisi I DPR, Selasa, (7/11/2023). Rapat ini membahas soal keterlibatan TNI AD dalam pelaksanaan Pemilu 2024.

"Kami sudah mapping kerawanan-kerawanan yang kemungkinan simbol ya pada saat kita melaksanakan pemilu. Saya rasa masing-masing Kodam sudah membuat rencana kontingensi sehingga kami bisa mengklasifikasikan daerah mana yang rawan, daerah mana yang aman," kata KSAD seperti dikutip dari Tempo.

Baca Juga: Kadiskumau Tegaskan Fungsi Hukum Humaniter, Kurangi Penderitaan Korban Konflik

Ia mengatakan rapat ini juga membahas soal anggaran untuk perbantuan TNI AD dalam pelaksanaan pengamanan Pemilu 2024. "Sehingga pelibatan AD nanti untuk perbantuan kepada Polri dan Pemda bisa saya siapkan," ucapnya.

Pada kesempatan itu, Agus juga menegaskan komitmen netralitas TNI AD di Pemilu 2024. Ia mengatakan Undang-Undang nomor 34/2004 Pasal 39. Dalam aturan tersebut disebutkan bahwa TNI AD tidak boleh terlibat dalam praktik politik praktis.

"Kami tidak boleh berpolitik praktis," katanya.

Baca Juga: Satgas Yonif 623/BWU Sediakan Bubur Kacang Hijau dan Jagung Rebus untuk Anak Papua

Ia mengatakan soal netraliitas TNI dalam pemilu. "Apabila kam ingin berpolitik praktis kami harus pensiun dulu, jadi tidak TNI aktif," kata dia.

Agus Subiyanto mengatakan jika pihaknya mengetahui adanya TNI aktif ikut terlibat politik praktis maka akan dikenai sanksi. "Itu sanksinya pidana dan tindakan disiplin dari komandannya. Jadi kita koridornya itu saja," kata dia.

Selain Kasad, Raker Komisi I DPR RI tersebut juga digelar bersama Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono, Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Muhammad Ali, dan Kepala Staf TNI Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo. (rr)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.