KSAD Minta Prajurit TNI AD Melek Teknologi

Jakarta, IDM - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak melakukan kunjungan kerja ke Yonif 600/Modang, Selasa, (20/2). Yonif ini adalah batalyon pertama yang memiliki kemampuan khusus raider di Kodam VI/Mulawarman (Mlw) dan merupakan salah satu kebanggaan prajurit Kodam VI/Mlw.
Baca Juga: Swedia akan Kirim Bantuan Militer Senilai $682 juta ke Ukraina

Dalam lawatan ini, KSAD memberikan pengarahan kepada prajurit yang dipimpin Mayor Inf Bambang Prasetyo. KSAD menyampaikan bahwa penugasan ke depan semakin kompleks, oleh karena itu Prajurit TNI AD khususnya Prajurit Modang, harus melek teknologi dan terus mengembangkan dan semakin maju untuk menggunakan teknologi yang ada.
Baca Juga: Badan Pengawas Nuklir PBB: Aktivitas Pengayaan Nuklir Iran Tinggi
"Para Komandan dari tingkat Komandan Peleton harus memperhatikan kualitas fisik para anggotanya agar tetap selalu prima dalam melaksanakan tugas, aktif dan kreatif serta selalu siap digunakan pada setiap penugasan sehingga berhasil dalam segala hal," kata KSAD. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































