INTERNASIONAL

Badan Pengawas Nuklir PBB: Aktivitas Pengayaan Nuklir Iran Tinggi

Fordow Fuel Enrichment Plant
Fasilitas pengolahan uranium di Fordow Fuel Enrichment Plant (FFEP), Provinsi Qom, Iran. (Foto: Dok. Iran Press)

Jakarta, IDM - International Atomic Energy Agency (IAEA), sebuah badan pengawas nuklir Perserikatan Bangsa-Bangsa mengungkapkan, Iran terus melakukan pengayaan uranium di ambang batas yang ditentukan untuk kebutuhan tenaga nuklir.

Dilansir dari Reuters, Rabu (21/2), Kepala IAEA Rafael Mariano Grossi mengatakan Iran masih melakukan pengayaan pada tingkat sekitar 7 kg uranium per bulan dengan kemurnian 60% atau mendekati tingkat pembuatan senjata, dan tidak diperlukan untuk penggunaan komersial dalam memproduksi tenaga nuklir.

Baca Juga: WHO Berhasil Evakuasi Puluhan Pasien Kritis di Gaza

Aktivitas nuklir Iran tersebut menimbulkan kekhawatiran di tengah ketegangan antar negara-negara Timur Tengah akibat perang Israel-Hamas di Gaza. Sementara, otoritas Iran berulang kali membantah pihaknya berupaya membuat senjata nuklir.

“Ada retorika yang mengkhawatirkan, Anda mungkin pernah mendengar pejabat tinggi di Iran mengatakan bahwa mereka memiliki semua elemen untuk senjata nuklir belakangan ini,” kata Grossi.

Grossi pun mengungkapkan rencananya untuk mengunjungi Ibu Kota Teheran, Iran dalam waktu dekat. Namun sebelum itu, ia akan berkunjung ke Rusia karena dianggap memiliki kapasitas untuk mendiskusikan kegiatan nuklir Iran.

Baca Juga: Swedia akan Kirim Bantuan Militer Senilai $682 juta ke Ukraina

Rusia merupakan salah satu pihak yang menandatangani perjanjian Perjanjian Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA), yang mengatur batas pengolahan nuklir pada tahun 2015, bersama dengan Amerika Serikat, Cina, Prancis, Inggris, dan Jerman.

“Rusia mempunyai peran terhadap Iran. Rusia telah memainkan peran di masa lalu sebagai negara JCPOA dan dalam situasi saat ini di mana JCPOA hampir hancur, seseorang harus mengisi kekosongan tersebut,” ujarnya. (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.