HANKAM

KSAD Minta Maaf Prajuritnya Lakukan Tindakan Kekerasan di Papua

Kadispenad Brigjen TNI Kristomei Sianturi.
Kadispenad Brigjen TNI Kristomei Sianturi. (IDM/Faishal Ramadhan)

Jakarta, IDM - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi akibat tindak kekerasan yang dilakukan oleh prajurit TNI dari Yonif 300/Raider di Papua.

Hal ini disampaikan Kadispenad Brigjen TNI Kristomei Sianturi kepada wartawan di Subden Denma, Mabes TNI, Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin, (25/3).

Baca Juga: Wakil KSAU hingga Pangkogabwilhan II Ikuti Sertifikasi Tembak Reaksi IPSC

"Berkaitan dengan video yang viral tentang tindakan kekerasan yang dilakukan oleh oknum prajurit TNI di Pos Gome, bapak KSAD dan pimpinan TNI AD menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan atas terjadinya tindak kekerasan ini yang dilakukan oleh prajurit TNI dari Yonif 300/Raider," kata Kristomei.

Lanjutnya bahwa hal ini akan dijadikan bahan intropeksi dan evaluasi ke depan, bahwa pihaknya harus terus melakukan pengawasan dan pengendalian terhadap prajurit-prajurit TNI AD yang bertugas di lapangan, ini akan kami jadikan bahan intropeksi diri.

Baca Juga: KRI Diponegoro Latihan Bersama dengan Kapal Perang AL Yunani di Laut Mediterania

"Kemudian, bapak KSAD sudah memerintahkan dalam hal ini POM TNI AD dibantu oleh Pomdam III/Siliwangi untuk melakukan investigasi tentang keterkaitan oknum2 prajurit TNI yang terlibat secara langsung dalam tindakan kekerasan ini. Saat ini masih terus bekerja dan sudah dilakukan pemeriksaan terhadap 42 orang prajurit TNI," kata Kristomei.

"Dan dari 42 prajurit tadi sudah ditemukan indikasi 13 prajurit yang benar-benar melakukan tindakan kekerasan. Dan untuk itu dari pangdam cenderawasih sendiri sudah mengeluarkan surat perintah penahanan sementara dan nanti oknum prajurit TNI dari 300 raider sendiri ini akan akan ditahan di fasilitas tahanan militer maksimum security yang ada di Pomdam III/Siliwangi. Kemudian ke-13 orang ini nanti akan ditetapkan sebagai tersangka," tambah Kristomei. (rr)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.