HANKAM

KSAD Lantik 593 Perwira Muda

KSAD Lantik 593 Perwira Muda
(Dok Dispenad)

Jakarta,IDM - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman melantik 593 Perwira (563 pria dan 30 wanita) abituren Pendidikan Pembentukan Perwira (Diktukpa) TNI AD Program Diploma-3 (Ahli Madya) Gelombang I TA 2022, Sabtu, (16/7).

KSAD mengingatkan agar para perwira yang baru dilantik tersebut segera menyesuaikan diri dengan perubahan status baru yang semula golongan bintara menjadi golongan perwira.

"Yang semula dipimpin, sekarang kalian menjadi pemimpin sehingga dengan berbekal pendidikan yang telah ditempuh dengan disiplin dan standar tinggi serta pengalaman tugas yang telah dilewati selama pengabdiannya di lingkungan TNI AD, saya yakin kalian akan mampu menjadi perwira yang tangguh dan dapat diandalkan TNI AD," ujar Dudung.

Dudung berharap para perwira dapat bersikap secara profesional, kreatif dan inovatif dalam mengemban tugas, sehingga mampu menjawab tantangan tugas yang semakin kompleks dan dinamis.

(Dok Dispenad)

"Selalu pegang teguh nilai luhur dan norma Kode Etik Perwira “Budhi Bakti Wira Utama”. Pemahaman ini harus senantiasa menyatu dalam diri untuk membentuk karakter serta integritas para Perwira sekalian, sekaligus menjadi landasan kehidupan keperwiraan, baik dalam pelaksanaan tugas maupun dalam kehidupan sehari-hari," tegas Dudung.

Selain itu, mantan Pangkostrad ini menekankan kepada para perwira untuk terus mengembangkan jiwa kepemimpinan “Green Human Resource Management” yaitu kepemimpinan yang mengayomi, memberikan keteduhan dan kesejukan dengan mengutamakan kedekatan dengan yang dipimpin.

"Ciptakan keterbukaan, kepekaan dan kepedulian terhadap lingkungan di satuan mu, karena pemimpin harus dapat berperan sebagai komandan, guru/pelatih, orang tua, maupun teman seperjuangan agar senantiasa dekat dengan prajurit beserta keluarganya," tegas Dudung.

Perlu diketahui, Secapaad juga menyelenggarakan Pendidikan Diktukpa TNI AD Program Diploma-3 (Ahli Madya) yang merupakan program baru dan pertama kali dilaksanakan Angkatan Darat di Secapaad. Di mana program baru tersebut menggunakan sistem SKS dengan lama pendidikan 5 bulan, sehingga lulusannya disetarakan dengan Diploma-3 atau Ahli Madya.

Selain melantik Perwira, Dudung juga meresmikan bangunan barak Soetoyo yang merupakan barak lama namun sudah direnovasi guna mendukung fasilitas pendidikan di Secapaad. (nhn)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.