KSAD: Kalau Ingin Berhasil Jangan Pernah Menyakiti Hati Rakyat

Lampung,IDM - Selaku pembina kekuatan matra darat, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman mengunjungi Yonif 143/TWEJ dalam rangka memeriksa secara langsung kesiapan operasi Yonif 143/TWEJ yang akan melaksanakan penugasan sebagai Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-PNG Sektor Utara, di Natar Lampung Selatan, Lampung, Senin, (5/9).
Dalam kunjungan tersebut, Dudung mengatakan, kehadirannya di tengah-tengah prajuritnya yang akan melaksanakan operasi di perbatasan RI-PNG itu, untuk memastikan personel, materiel dan aspek-aspek lainnya telah siap dengan baik sebelum melaksanakan penugasan.
“Kita pastikan semua aspek terjaga dengan baik, terutama kemampuan, kesiapsiagaan dan keterampilan prajurit, disiplin dan kepatuhan pada hukum, kesiapan alat perlengkapan, dan sarpras yang akan digunakan. Selain itu, memberikan dukungan moril baik bagi prajurit dan keluarga yang berangkat melaksanakan penugasan maupun yang tinggal di home base (Korum),” ujar Dudung.

TNI Angkatan Darat saat ini telah melakukan pemenuhan kebutuhan operasi khususnya perlengkapan perorangan, senjata, transportasi dan kebutuhan operasi lainnya. Serta pemenuhan kebutuhan dasar prajurit guna meningkatkan kesejahteraan prajurit, PNS dan keluarganya, seperti perumahan, air bersih, kesehatan dan peningkatan gizi prajurit melalui susu serdadu dan fasilitas lainnya.
Mantan Panglima Kostrad ini berharap dengan prestasi dan pengalaman Yonif 143/TWEJ yang pernah sukses melaksanakan tugas operasi di Aceh, dapat melaksanakan tugas sebagai Satgas Pamtas RI-PNG dengan baik.
Untuk itu, Dudung menekankan kepada prajurit Yonif 143/TWEJ agar jangan lengah dan selalu waspada, menguasai medan operasi, tipologi wilayah, serta tidak melakukan pelanggaran sekecil apapun.
“Laksanakan tugas dengan baik. Konsepnya sederhana, kalau ingin berhasil jangan pernah menyakiti hati rakyat. Karena kehadiran kalian di sana, selain menjaga kedaulatan NKRI, juga menjadi solusi dalam membantu mengatasi kesulitan masyarakat,” ucap Dudung. (nhn)
Hankam

Dilengkapi dengan Konsol OMC, C-130 Hercules A-1319 Semai 53,1 Ton NaCl di Sumsel
TNI Angkatan Udara memodifikasi pesawat C-130 Hercules A-1319 dengan konsol Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menanggulangi karhutla, dan telah berhasil menyemai 53,1 ton NaCl dalam 12 sortie di Sumatra Selatan.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































