KSAD Hadiri IPACC ke-12 dan SELF ke-7 di Hawaii

Jakarta, IDM - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Andika Perkasa menghadiri Indo-Pacific Armies Chiefs Conference (IPACC) ke-12 dan Senior Enlisted Leader Forum (SELF) ke-7, yang berlangsung pada 13 hingga 15 September 2021 di Fort Shafter, Schofield Barracks, Hawaii.
Kegiatan ini diselenggarakan bersama oleh United States Army Pasific dan Papua New Guinea Defence Force dan dihadiri seluruh Kepala Staf Angkatan Darat dari kawasan Indo-Pacific.
Indo-Pacific Armies Chiefs Conference merupakan forum untuk bertukar pandangan dan ide, serta menyatukan para pemimpin senior Angkatan Darat untuk membahas perbedaan, membangun kepercayaan, menyelesaikan tantangan, dan menemukan kesamaan di antara profesional multinasional yang berpartisipasi.
Mengusung tema “Environmental Impacts on Land and Littoral Operations”, seminar ini menghadirkan beberapa pembicara terkemuka untuk menghidupkan diskusi tentang topik tersebut. Tujuan jangka panjang IPACC untuk mewujudkan perdamaian dan stabilitas di kawasan Indo-Pasifik dengan menjalin persahabatan.
Konferensi ini dilakukan dengan pengawasan protokol Covid-19 yang ketat dengan mematuhi peraturan yang dibuat oleh Pemerintah negara bagian Hawaii.
Hankam

Dilengkapi dengan Konsol OMC, C-130 Hercules A-1319 Semai 53,1 Ton NaCl di Sumsel
TNI Angkatan Udara memodifikasi pesawat C-130 Hercules A-1319 dengan konsol Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menanggulangi karhutla, dan telah berhasil menyemai 53,1 ton NaCl dalam 12 sortie di Sumatra Selatan.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































