KSAD Beri Penghargaan kepada Tim Gabungan TNI-Polri

Semarang, IDM– Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dr. Dudung Abdurachman memberikan penghargaan kepada 74 personel gabungan TNI-Polri yang berhasil dengan cepat hanya dalam waktu berselang 6 hari menangkap pelaku penembakan Ny. Rina Wulandari yang merupakan istri anggota TNI AD tepatnya Yonarhanud 15/DBY Semarang, Senin (25/7).
Ketulusan hati seorang pemimpin nampak jelas pada raut mukanya. Dan atas nama TNI Angkatan Darat, Dudung mengucapkan rasa terima kasih dan merasa bangga karena tidak butuh waktu lama para pelaku dapat diringkus. Hal tersebut menunjukkan sinergisitas tim gabungan TNI-Polri terjalin dengan sangat baik dan profesional.
"Saya atas nama pribadi dan TNI AD sangat bangga, mengapresiasi dan berterima kasih kepada Tim Gabungan atas keberhasilan menangkap pelaku dalam waktu singkat," ungkap Dudung.

" Ini membuktikan bahwa sinergitas TNI - Polri adalah nyata sebagai garda terdepan penjaga NKRI," tegas Dudung,
Dudung juga sangat prihatin dan mengutuk keras kejadian penembakan yang menimpa istri anggota Yonarhanud 15/DBY tersebut dan meminta aparat berwenang untuk melaksanakan proses hukum secara transparan dan adil. Termasuk memerintahkan tim untuk terus mencari keberadaan Kopda M guna dimintai keterangan.
Penyerahan penghargaan diserahkan oleh Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman di Lobi Mapolda Jateng. (GIN)
Hankam

Dilengkapi dengan Konsol OMC, C-130 Hercules A-1319 Semai 53,1 Ton NaCl di Sumsel
TNI Angkatan Udara memodifikasi pesawat C-130 Hercules A-1319 dengan konsol Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menanggulangi karhutla, dan telah berhasil menyemai 53,1 ton NaCl dalam 12 sortie di Sumatra Selatan.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































