HANKAM

KSAD Beberkan Manfaat Batalion Teritorial Pembangunan di Bencana Sumatra

KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak.
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak. (IDM/Septo Kun Wijaya)

Jakarta, IDM – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak membeberkan manfaat Batalion Teritorial Pembangunan (Yon TP) di bencana Sumatra.

Menurutnya para prajurit Yon TP bisa diterjunkan langsung ke daerah-daerah bencana Sumatra yang belum terakses dan nantinya akan mengatur logistik sehingga peristiwa penjarahan tidak terulang.

Baca Juga: TNI AL Terjunkan Kapal Tanker KRI Bontang-907 untuk Penyaluran Bahan Bakar di Lokasi Terdampak Banjir-Longsor

"Terus selanjutnya juga tentang penjarahan, memang mereka mungkin resah, takut tidak dapat makan. Tapi sekarang kami sudah terjunkan anggota ke daerah-daerah belum terakses, sehingga mereka bisa mengatur masyarakat di sana," kata Maruli saat konferensi pers bencana Sumatra di Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu (3/12).

Lebih lanjut Maruli menjelaskan bahwa prajurit yang dikirim dilakukan secara fast roping yaitu teknik militer untuk menurunkan personel secara cepat dari helikopter ke darat atau permukaan lain menggunakan tali tebal yang dirancang khusus.

"Inilah kita langsung merasakan gunanya batalion-batalion TP. Jadi mereka sekarang yang banyak bergerak di daerah-daerah bencana untuk membantu masyarakat," kata Maruli.

Baca Juga: Gerak Cepat TNI Bantu Korban Banjir dan Longsor di Aceh, Sibolga dan Sumatra Barat

Untuk diketahui, TNI AD telah mengerahkan total 21.707 personel dan beragam alutsista untuk bantuan kemanusiaan di Sumatra.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad), Brigjen TNI Donny Pramono dalam keterangan tertulisnya, Senin (1/12) mengatakan personel TNI AD dikerahkan untuk membantu percepatan penanganan dampak banjir bandang, tanah longsor, dan cuaca ekstrem yang melanda Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. (rr)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.