KSAD Apresiasi Atlet TNI AD Sumbang Medali Sea Games 2022

Jakarta, IDM – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman mengapresiasi prestasi yang diraih para prajurit TNI AD pada ajang Sea Games ke-31 yang digelar di Hanoi, Vietnam.
Atlet TNI Angkatan Darat berhasil menyumbangkan 9 medali emas, 13 medali perak dan 5 medali perunggu bagi kontingen Indonesia.

Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Tatang Subarna juga mengatakan bahwa prestasi yang diraih oleh para prajurit TNI AD di ajang Sea Games 2022 ini sebagai contoh dan motivasi bagi prajurit TNI AD lainnya. Selain itu, Tatang juga menambahkan bukan hanya di cabang olahraga saja, namun juga berprestasi di bidang lainnya.
"Prestasi yang membanggakan ini, dapat menjadi contoh dan motivasi bagi prajurit TNI AD lainnya. Bukan hanya di cabang olahraga saja, namun juga berprestasi di bidang lain yang dapat mengharumkan nama baik TNI AD, bangsa dan negara,” kata Tatang.
Tatang juga menyampaikan bahwa hal tersebut sebagai bukti para atlet TNI AD mampu mewujudkan tujuh perintah harian KSAD dengan baik yang salah satunya menyatakan jati diri TNI AD sebagai tentara rakyat, tentara pejuang, tentara nasional serta tentara professional.
Tatang juga berharap dengan kehadiran prajurit TNI AD bisa memberikan dampak positif terhadap lingkungan dan juga bisa dirasakan manfaatnya untuk kepentingan masyarakat, bangsa dan negara.
Pada ajang Sea Games yang digelar setiap dua tahun sekali tersebut terdapat 27 prajurit TNI AD yang memperkuat kontigen Indonesia yang terdiri 23 atlet dan 4 official.

Ke 23 atlet TNI AD tersebut diterjunkan untuk bertanding di cabang olahraga menembak, dayung, atletik, karate, judo serta renang. Dari 23 atlet hanya 18 atlet yang mampu menyumbangkan medali bagi kontingen Indonesia. (ADT)
Adapun para atlet TNI AD yang meraih medali di SEA Games ke-31 Vietnam yakni :
- Serda Fathur Gustafian (Puspalad) 2 Emas dan 1 Perak Cabor Menembak.
- Sertu Andri Agus Mulyana (Rindam III/Siliwangi) 2 Emas Cabor Dayung.
- Serda Sulfianto (Kodam XIV/Hasanuddin) 2 Emas Cabor Dayung.
- Serda (K) Dewi Laila Mubarokah (Puspalad) 1 Emas dan 1 Perak Cabor Menembak.
- Lettu Inf Totok Tri Martanto (Kopassus) 1 Emas Cabor Menembak.
- Serma Dewa Putu Yadi Suteja (Rindam IX/Udayana) 1 Emas Cabor Menembak.
- Sertu (K) Dessyinta Banurea (Pusziad) 2 Perak Cabor Karate.
- Sertu (K) Sharon Verlina Ririhena (Pusziad) 1 Perak dan 1 Perunggu Cabor Karate.
- Sertu (K) Nurul Fajar Fitriyati (Pussenarmed Kodiklatad) 1 Perak dan 1 Perunggu Cabor Renang.
- Sertu (K) Adylia Safitri (Ditkuad) 1 Perak Cabor Menembak.
- Sertu Wira Sukmana (Pomdam Jaya/Jayakarta) 1 Perak Cabor Menembak.
- Letda Inf Agus Prayogo (Pussenif Kodiklatad) 1 Perak Cabor Atletik.
- Sertu (K) Ni Kadek Anny Pandini (Jasdam IX/Udayana) 1 Perak Cabor Judo.
- Sertu Sandy Firmansyah (Pusziad) 1 Perak Cabor Karate.
- Sertu (K) Huswatun Hasanah (Puspalad) 1 Perak Cabor Tinju.
- Sertu Rudi Febriade (Secapa AD) 1 Perak Cabor Atletik.
- Sertu (K) Ressa Kania Dewi (Pussenarmed Kodiklatad) 2 Perunggu Cabor Renang.
- Serka Atjong Tio Purwanto (Kodam V/Brawijaya) 1 Perunggu Cabor Atletik.
Hankam

Dilengkapi dengan Konsol OMC, C-130 Hercules A-1319 Semai 53,1 Ton NaCl di Sumsel
TNI Angkatan Udara memodifikasi pesawat C-130 Hercules A-1319 dengan konsol Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menanggulangi karhutla, dan telah berhasil menyemai 53,1 ton NaCl dalam 12 sortie di Sumatra Selatan.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































