HANKAM

Kronologi Satgas Yonif 323 Selamatkan 14 Pekerja dari Ancaman OPM

Satgas Pamtas 323/Buaya Putih
Satgas Pamtas 323/Buaya Putih mengamankan 14 pekerja bangunan di Papua dari ancaman kelompok bersenjata yang diduga merupakan Organisasi Papua Merdeka (OPM). (Foto: Dok. Instagram @yonif_323buayaputih)

Jakarta, IDM – Dansatgas Pamtas Mobile Yonif 323/Buaya Putih Letkol Inf Tri Wiratno mengatakan pihaknya berhasil mengamankan 14 pekerja bangunan di Papua dari ancaman kelompok bersenjata yang diduga merupakan Organisasi Papua Merdeka (OPM).

Hal ini dilakukan setelah menerima laporan adanya ancaman serius terhadap keselamatan para pekerja yang sedang mengerjakan pembangunan Fasilitas umum, di Kampung Kilunggame, Distrik Sinak Barat, Papua Tengah beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Enam Prajurit TNI AD Terjaring Razia di Hiburan Malam Akan Terkena Sanksi

Tri Wiratno menjelaskan kegiatan penyelamatan dilaksanakan secara terkoordinasi setelah Satgas mendapatkan informasi dari masyarakat setempat terkait aktivitas mencurigakan kelompok bersenjata di sekitar lokasi pembangunan dan adanya video ancaman yang beredar dari kelompok OPM.

Satgas Pamtas 323/Buaya Putih
(Foto: Dok. Instagram @yonif_323buayaputih)

"Kami langsung bergerak untuk memastikan keselamatan para pekerja, berkoordinasi dengan pemerintah daerah, Apkam TNI-Polri lainnya, Syukur, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini," ujarnya dikutip keterangan dari instagram resmi @yonif_323buayaputih, Selasa, (10/12).

Satgas Pamtas 323/Buaya Putih
(Foto: Dok. Instagram @yonif_323buayaputih)

Ia mengatakan pembangunan yang sedang dikerjakan oleh para pekerja ini adalah Puskesmas Distrik Sinak Barat, Pembangunan ini menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah untuk meningkatkan pelayanan kesehatan di wilayah Papua yang masih terisolasi.

Baca Juga: Kodam Mulawarman Periksa Komandan Satuan Dugaan Penyalahgunaan Wewenang

"Namun, pembangunan ini kerap menghadapi ancaman keamanan dari kelompok bersenjata yang menolak kehadiran aparat pemerintah dan kemajuan infrastruktur, terutama yang telah terjadi, dimana kelompok OPM mengancam jiwa para pekerja apabila tidak diberikan sejumlah uang kepada mereka," kata Tri.

Aparat keamanan TNI-Polri Gabungan akan terus memperketat pengamanan di wilayah tersebut guna mencegah terulangnya insiden serupa. (rr)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.