Kronologi Gugurnya Serka SM Korban Pembunuhan Keji OPM di Yahukimo

Jakarta, IDM - Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Wahyu Yudhayana membenarkan salah satu anggotanya gugur ditembak Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, pada Senin, (16/6).
"Terkait dengan berita yang beredar tentang gugurnya seorang Prajurit TNI AD dari Kodim Yahukimo, dapat saya sampaikan bahwa berita tersebut memang benar adanya. Saat ini, TNI Angkatan Darat menyampaikan duka cita yang mendalam atas gugurnya salah satu prajurit terbaik kami, Serka SM, yang bertugas sebagai Bintara Kesehatan di Kodim 1715/Yahukimo," kata Wahyu dalam keterangannya, Selasa (8/6).
Lebih lanjut Wahyu mengatakan korban berinisial Serka SM dan gugur dalam tugas setelah menjadi korban aksi kekerasan yang sangat keji dan tidak berperikemanusiaan oleh kelompok OPM.
Baca Juga: TNI AL dan Rusia Susun Rancangan Kerja Sama Penyelamatan Kapal Selam
"Peristiwa penembakan ini terjadi saat Almarhum dalam perjalanan kembali dari RSUD Dekai menuju Makodim 1715/Yahukimo untuk mengantarkan obat bagi anggota yang sedang sakit, namun di jalan Almarhum secara tiba-tiba dihadang oleh anggota OPM," kata Wahyu.
Tentunya peristiwa ini semakin menambah panjang daftar kekejaman yang dilakukan oleh OPM, kelompok yang terus menebar teror dan kekerasan di bumi Papua, dimana target korbannya bukan hanya aparat keamanan, tetapi juga masyarakat sipil.
"Untuk itu, kami ingin menegaskan bahwa tindakan seperti ini adalah bentuk nyata dari ancaman terhadap keamanan dan kehidupan damai masyarakat di Papua. Kami mengecam keras tindakan biadab ini, dan saat ini aparat keamanan masih terus melakukan pengejaran terhadap pelaku agar bisa diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Kami juga menegaskan bahwa tidak ada ruang dan toleransi bagi setiap aksi kekerasan oleh OPM," kata Wahyu.
Baca Juga: Danlanud Husein Sastranegara Tegaskan Komitmen Dukung Kompi Produksi untuk Ketahanan Pangan
Ia memastikan TNI Angkatan Darat akan terus bersama-sama rakyat Papua, menjalankan tugas-tugas pertahanan negara sekaligus mendukung upaya-upaya kemanusiaan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di tanah Papua.
"Kejadian ini tidak akan menyurutkan semangat pengabdian terbaik kami untuk negara dan masyarakat," tutup Wahyu. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































