HANKAM

KRI Wahidin Kembali ke Sorong, Usai Berlayar ke 4 Negara Pasifik Selatan

KRI Wahidin
KRI dr. Wahidin Sudirohusodo-991 tiba di Sorong, Papua Barat Daya, Senin (25/11). (Foto: Dok. Dispen Koarmada III)

Jakarta, IDM – KRI dr. Wahidin Sudirohusodo-991 yang tergabung dalam satuan tugas (Satgas) Port Visit 2024 kembali ke Sorong, Papua Barat Daya, Senin (25/11).

Sebelumnya, kapal bantu rumah sakit jajaran Koarmada III itu berlayar dari Port Moresby, Papua Nugini, sejak Rabu (20/11) sebagai negara tujuan terakhir dalam misi diplomasi ke 4 negara di Pasifik Selatan.

"Satgas Port Visit bertujuan menjalin hubungan diplomasi pertahanan dan hubungan baik dengan membawa misi perdamaian di negara kawasan Pasifik Selatan," ujar Komandan Satgas Kolonel Laut (P) Arif Prasetyo Irbianto, dikutip dari keterangan Dispen Koarmada III, Selasa (26/11).

Baca Juga: TNI Siapkan Pasukan, Respons Komitmen Prabowo Soal Bantu Palestina

Sementara Kepala Staf Koarmada III Laksamana Pertama Singgih Sugiarto, mengatakan operasi diplomasi TNI AL bertujuan melindungi kepentingan nasional sekaligus mendukung kebijakan politik luar negeri pemerintah RI.

"Kegiatan ini juga diharapkan dapat terwujudnya kepercayaan dan persahabatan (confidence building measure) dengan negara-negara Pasifik Selatan dan mewujudkan kehadiran negara Indonesia di kawasan Pasifik Selatan," kata Singgih saat menyambut kedatangan KRI Wahidin.

Menurutnya, selama menjalankan misi pelayaran diplomasi, Satgas Port Visit telah memberikan pelayanan medis yang tidak hanya profesional, tetapi juga sepenuh hati telah menjadi ujung tombak diplomasi kemanusiaan Indonesia di luar negeri.

"Terima kasih kepada seluruh prajurit Satgas Port Visit yang telah menunjukkan dedikasi, disiplin dan semangat juang yang luar biasa atas keberhasilan yang tidak lepas dari kerja keras, pengorbanan, dan profesionalisme seluruh anggota," ucapnya.

KRI Wahidin
(Foto: Dok. Dispen Koarmada III)

"Tetunya, keberhasilan ini juga tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak baik dari pemerintah Indonesia, TNI AL dan instansi terkait lainnya sehingga misi kemanusiaan ini dapat terlaksana dengan baik," imbuhnya.

Baca Juga: Danlanud Halim Perdanakusuma Tinjau Simulasi Makan Bergizi Gratis

Rangkaian misi diplomasi KRI Wahidin di Pasifik Selatan

KRI Wahidin melakukan misi pelayaran diplomasi ke 4 negara di Pasifik Selatan, yang terdiri dari Kepulauan Solomon, Fiji, Vanuatu dan Papua Nugini.

Pertama kalinya juga Indonesia melakukan program kemanusiaan di negara wilayah Pasifik Selatan dengan serah terima obat-obatan, pengobatan umum, donor darah di atas KRI, dan open ship.

Kapal bantu rumah sakit itu pertama kali tiba di Kepulauan Solomon, Jumat (25/10), usai menempuh jarak 1.909 mil laut dari Sorong, Papua Barat daya, selama sepekan. Lalu, KRI Wahidin melanjutkan etape kedua pelayaran ke Fiji, pada Selasa (28/10) dan sandar di Nort Kings Wharf, Suva, Sabtu (2/11).

Lanjut ke etape ketiga, KRI Wahidin singgah di pelabuhan Villa, Vanuatu, Sabtu (9/11) pagi. Selama sandar, satgas menggelar pemeriksaan kesehatan secara gratis untuk ratusan masyarakat di Vanuatu, seperti pemeriksaan umum dan pengobatan gigi, pemeriksaan tekanan darah hingga fisik dan keluhan pasien.

Kemudian, KRI Wahidin berhasil menempuh etape terakhir dalam misi pelayaran diplomasi ke negara di Pasifik Selatan, di Port Moresby, Papua Nugini, Minggu (17/11). Selama sandar, satgas melakukan sejumlah kegiatan, salah satunya kunjungan kehormatan Komandan Pasmar 3 Brigjen (Mar) Sugianto kepada Kepala Deputi Pasukan Pertahanan (CDF) Papua Nugini Brigjen Opa Lari Opa.

Baca Juga: Jelang Hari Armada, 6 KRI Gelar Kompetisi Penembakan Artileri di Laut Jawa

KRI Wahidin menempuh pelayaran selama 48 hari, yakni dari 9 Oktober-25 November dalam misi pelayaran perdana dilakukan oleh TNI AL, bekerja sama dengan Kementerian Pertahanan (Kemhan).

Kapal tersebut membawa 141 awak kapal serta 36 personel staf satgas, terdiri dari penyelam, tim pengamanan, dokter umum dan spesialis hingga pelajar dari Papua.

TNI AL juga menggandeng Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI dalam hal dukungan penyediaan obat-obatan yang nantinya akan diberikan kepada negara-negara yang dikunjungi. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.