HANKAM

Jelang Hari Armada, 6 KRI Gelar Kompetisi Penembakan Artileri di Laut Jawa

KRI Gelar Kompetisi Penembakan Artileri
KRI jajaran Koarmada II mengikuti kompetisi penembakan artileri di Laut Jawa, Minggu (24/11). (Foto: Dok. Dispen Koarmada II)

Jakarta, IDM – Menjelang HUT Armada RI 2024, pada Desember mendatang, sebanyak 6 kapal perang (KRI) jajaran Koarmada II menggelar kompetisi penembakan artileri di perairan Pulau Gundul dan Laut Jawa yang berlangsung selama tiga hari, yakni 22-24 November.

Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) Koarmada II Kolonel Laut (P) Widyo Sasongko, mengungkapkan ke-6 KRI tersebut melakukan penembakan artileri menggunakan meriam 76 mm dan 57 mm.

"Seluruh kapal perang berhasil menembakkan tembakan meriam 76 mm dan 57 mm dengan parameter perkenaan, kecepatan, disiplin lintasan, durasi, dan kehangatan meriam serta prosedur penembakan," ungkap Widyo dalam keterangannya, dikutip di Jakarta, Selasa (26/11).

Baca Juga: Lanud Halim Perdanakusuma Gelar Simulasi Makan Bergizi Gratis

Adapun ke-6 KRI yang mengikuti kompetisi penembakan artileri terdiri dari KRI Sultan Iskandar Muda-367, KRI I Gusti Ngurah Rai-332, KRI Frans Kaiseipo-368, KRI RE Martadinata-331, KRI Mandau-621, dan KRI Ajak-653.

"(Terdapat) KRI Abdul Halim Perdanakusuma-355 sebagai unsur pengamanan," jelas Widyo.

Dia mengatakan, selain untuk mengasah kemampuan dan profesional prajurit, kompetisi penembakan artileri juga bertujuan memastikan kesiapan seluruh senjata yang dimiliki KRI dalam menghadapi penugasan di daerah misi.

KRI Gelar Kompetisi Penembakan Artileri
(Foto: Dok. Dispen Koarmada II)

"Dalam kompetisi ini nantinya unsur yang berhasil menjuarai perlombaan berhak memasang bendera “A” selama satu tahun atau sampai dengan pelaksanaan kompetisi artileri berikutnya," kata Widyo.

Sebelumnya, Pangkoarmada II Laksamana Muda Ariantyo Condrowibowo berkesempatan meninjau pelaksanaan penembakan di area latihan di perairan Pulau Gundul dan Laut Jawa, Minggu (24/11). 

Pada kesempatan tersebut, Ariantyo turut didampingi Asisten Operasi (Asops) Pangkoarmada II Kolonel Laut (P) Nurul Muchlis. Kemudian, turut hadir perwira penyelenggara latihan (Papelat) Komandan Komando Latihan Koarmada II Kolonel Laut (P) Rizky Prayudi, untuk memberikan semangat dan motivasi kepada prajurit KRI.

Baca Juga: TNI Buka Suara Soal Kirim Pasukan ke Lebanon, Masih Tunggu Mandat UN

Saat meninjau kegiatan penembakan, Ariantyo memberikan penghargaaan dan apresiasi kepada seluruh prajurit Koarmada II yang telah melaksanakan kompetisi penembakan artileri  dengan aman dan lancar serta mengutamakan keselamatan (safety is paramount).

"Saya berpesan agar seluruh prajurit meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan, menjaga marwah Koarmada II sebagai tulang punggung Koarmada RI," ucap Ariantyo, dikutip dari Dispen Koarmada II.

"Tetap berlatih dengan sungguh-sungguh agar senantiasa siap sedia dalam setiap penugasan yang diberikan, selalu mengutamakan keselamatan serta berpasrah diri kepada Tuhan Yang Maha Esa," pesannya. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.