KRI Teluk Palu - 523 Resmi Perkuat Armada TNI AL

IDM, Lampung - Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono, meresmikan Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Jenis Angkut Tank (AT) 6 KRI Teluk Palu – 523 yang akan bergabung dengan jajaran kapal perang TNI Angkatan Laut (TNI AL) khususnya jajaran Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) bertempat di Galangan kapal PT. Daya Radar Utama (DRU) Lampung, Rabu, (08/03).
Pembangunan kekuatan dengan langkah modernisasi Alutsista dan teknologinya menjadi salah satu program prioritas TNI AL selain kemandirian industri pertahanan sebagai upaya menghindari ketergantungan terhadap negara lain yang merupakan tuntutan, perhatian, cita-cita dan kebijakan pemerintah untuk memenuhi kebutuhan Alutsista dalam rangka menjaga pertahanan, keamanan serta eksistensi negara dalam menghadapi dinamika geo politik yang sangat dinamis.
KSAL mengatakan teknologi alutsista memang bukan hal yang mudah untuk dikuasai, sebab teknologi Alutsista sebagai bagian dari teknologi militer selalu menjadi penjuru terdepan dari kemajuan teknologi di dunia sehingga diperlukan komitmen, tekad dan usaha yang tidak pernah berhenti dari semua pihak, termasuk pelaku industri yang harus terus meningkatkan kemampuan agar memenuhi tuntutan kebutuhan.
“Saya yakin kehadiran KRI Teluk Palu-523 dalam jajaran Alutsista TNI AL akan meningkatkan daya gempur, kepercayaan diri, dan performa dalam pelaksanaan tugas-tugas TNI AL ke depan”, tegas KSAL.
Acara Serah terima kapal dilakukan dari PT Daya Radar Utama (DRU) kepada Kepala Dinas Pengadaan TNI Angkatan Laut (Kadisadal) Laksma TNI Maman Rohman. Dari Kadisadal menyerahkan kepada Asisten Logistik (Aslog) KSAL Laksda TNI Puguh Santoso, kemudian Aslog KSAL menyerahkan kepada Panglima Komando Lintas Laut Militer (Pangkolinlamil) Laksda TNI Erwin S. Aldedharma disaksikan Kasal.
Kapal KRI Teluk Palu – 523 memiliki daya tampung 360 prajurit, 115 personel anak buah kapal (ABK), dan 6 kru Helly serta memiliki panjang 120 meter, lebar 18 meter, draft 3 meter (full load) dengan bobot 4.508 ton. Kapal tersebut memiliki kecepatan maksimum 16 knots, kecepatan jelajah 14,8 knots dan kecepatan ekonomis 13,6 knots. serta dilengkapi persenjataan 2 x Mer 40 mm dan 2 x Mer 12,7 mm sebagai pertahanannya. (rgp)
Hankam

Dilengkapi dengan Konsol OMC, C-130 Hercules A-1319 Semai 53,1 Ton NaCl di Sumsel
TNI Angkatan Udara memodifikasi pesawat C-130 Hercules A-1319 dengan konsol Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menanggulangi karhutla, dan telah berhasil menyemai 53,1 ton NaCl dalam 12 sortie di Sumatra Selatan.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































