KRI Sultan Hasanuddin-366 Laksanakan Passing Exercise dengan Kapal AL India

Jakarta, IDM - KRI Sultan Hasanuddin-366 yang tengah bertugas di perairan Laut Jawa, melaksanakan passing exercise (passex) dengan kapal perang Angkatan Laut India INS Sumedha, Rabu (3/8).
INS Sumedha melaksanakan lintas damai melalui Laut Jawa (ALKI II) menuju Bali dengan tujuan akhir di Australia. Dalam kesempatan ini, dilaksanakan beberapa serial latihan, meliputi flaghoist, RAS (mailbag transfer), dan passex.

Komandan KRI SHN-366 Letkol Laut (P) Ahmad Ahsan, menyampaikan Angkatan Laut Indonesia dan India sangat antusias untuk menunjukkan kemampuan masing-masing dalam pelaksanaan passex. "Kapal perang kedua negara tersebut saling antusias dengan saling unjuk kemampuan dalam setiap serial latihan," ujar Ahmad dikutip dari keterangan Dispen Koarmada II, Kamis (4/8).
"Latihan ini adalah untuk menumbuhkan rasa semangat bertempur bagi kedua kapal perang Indonesia dan India," sambungnya. Pelaksanaan kegiatan passex antara Angkatan Laut Indonesia dan India adalah perintah langsung Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) II Laksamana Muda TNI TSNB Hutabarat. (at)
Hankam

Dilengkapi dengan Konsol OMC, C-130 Hercules A-1319 Semai 53,1 Ton NaCl di Sumsel
TNI Angkatan Udara memodifikasi pesawat C-130 Hercules A-1319 dengan konsol Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menanggulangi karhutla, dan telah berhasil menyemai 53,1 ton NaCl dalam 12 sortie di Sumatra Selatan.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































