KRI Selar-879 Resmi Perkuat Satuan Kapal Patroli Lantamal VIII Manado

Jakarta, IDM – Pangkoarmada II Laksamana Muda Ariantyo Condrowibowo menyerahkan satu unit kapal patroli cepat 40 meter, KRI Selar-879 untuk memperkuat Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) VIII di Manado, Senin (4/11).
Ariantyo mengatakan kepada Komandan Lantamal VIII Laksamana Pertama May Franky Pasuna Sihombing bahwa KRI Selar diproyeksikan untuk patroli keamanan laut serta operasi pencarian dan pertolongan (SAR) di wilayah perairan Indonesia bagian utara.
"KRI Selar salah satu kapal patroli andalan yang akan meningkatkan pengawasan dan pengamanan laut dari berbagai potensi ancaman dan pelanggaran dalam menjaga kedaulatan laut nasional," kata Ariantyo, dikutip dari keterangan Dispen Koarmada II, Selasa (5/11).
Baca Juga: Etape Ketiga di Pasifik Selatan, KRI Wahidin Berlayar ke Vanuatu
Kapal dengan panjang 45 meter, lebar 7 meter dan draft sepanjang 1,8 meter ini dilengkapi sistem pertahanan modern seperti satu unit meriam utama (main gun) kaliber 30 mm dan dua unit senjata mitraliur kaliber 12,7 mm.
"KRI Selar akan memperkuat kemampuan dalam mengamankan wilayah laut semakin meningkat sehingga tugas-tugas Lantamal VIII dapat terlaksana dengan lebih optimal," ujar Ariantyo.
Adapun KRI Selar merupakan salah satu jenis kapal kerang patroli cepat 40 meter buatan dalam negeri, PT Citra Shipyard yang diresmikan oleh Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali, bertempat di Batam, Kepulauan Riau, Selasa (7/5) lalu.

72 prajurit Koarmada II ikut pelatihan kesiapan pengawak kapal
Sebelumnya, Koarmada II menyiapkan 72 personelnya untuk mengikuti pelatihan kesatuan persiapan pengambilan kapal (KPPK) sebagai calon pengawak KRI Butana-878 dan KRI Selar-879 selama dua pekan, pada Juni lalu.
Baca Juga: Prajurit Garuda Tetap Jaga Perdamaian di Lebanon
Saat itu, Komandan Komando Latihan (Dankolat) Koarmada II Kolonel Laut (P) Rizky Prayudi menjelaskan tujuan latihan untuk membentuk profesionalisme dan kesiapsiagaan para personel sebagai calon pengawak kapal patroli cepat 40 meter.
Pembekalan yang diberikan selama pelatihan meliputi penyegaran terhadap illmu dasar tiap-tiap personel atau anak buah kapal (ABK) serta dasar-dasar dinas dalam di kapal dan pengetahuan awal tentang KRI Butana dan KRI Selar.
KRI Butana sendiri ditempatkan di Satuan Kapal Patroli (Satrol) Lantamal V Surabaya. Penyerahan kapal tersebut dipimpin oleh Ariantyo Condrowibowo kepada Komandan Lantamal V Laksamana Pertama Arya Delano, Surabaya, Senin (21/10). (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































