TNI Angkatan Laut menyiagakan kapal patroli cepat PC-40, KRI Selar-879, melaksanakan misi kemanusiaan untuk membantu masyarakat yang terdampak gempa bumi di wilayah Kepulauan Sangihe dan Talaud, Sulawesi Utara. KRI beroperasi sejak Rabu (10/6), melalui perintah Komandan Kodaeral (Dankodaeral) VIII Laksda Dery Triesananto Suhendi.
Pemandangan menarik menghiasi perairan perbatasan Indonesia-Filipina. Kapal perang TNI AL, KRI Selar-879, melakukan manuver taktis beriringan dengan kapal penjaga pantai Filipina (Philippine coast guard).
TNI AL mengerahkan KRI Selar-879 untuk adu taktik dengan dua kapal perang milik Angkatan Laut Jepang di perairan Bitung, Sulawesi Utara. Kapal perusak atau destroyer, JNS Yamagiri dan JNS Shiranui, melakoni latihan passing exercise (passex) pada Selasa (3/3).
Gugus Keamanan Laut Komando Armada II (Guskamla Koarmada II) kembali menunjukkan kesiapsiagaan dan profesionalisme dalam menjalankan tugas kemanusiaan di laut.
TNI AL dalam hal ini Komando Armada (Koarmada) II mengerahkan tiga kapal perang untuk latihan pencarian dan penyelamatan di perairan Surabaya, Selasa (29/7).
KRI Selar-879 bersama kapal perang BRP Artemio Ricarte PS37 berhasil menuntaskan patroli terkoordinasi ‘Philindo’ di perbatasan Indonesia-Filipina, Minggu (9/3)
Pangkoarmada II Laksamana Muda Ariantyo Condrowibowo menyerahkan satu unit kapal patroli cepat 40 meter, KRI Selar-879 untuk memperkuat Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) VIII di Manado, Senin (4/11).