KRI Selar-879 Adu Taktik Bareng 2 Kapal Destroyer Jepang Yamagiri-Shiranui

Jakarta, IDM – TNI AL mengerahkan KRI Selar-879 untuk adu taktik dengan dua kapal perang milik Angkatan Laut Jepang di perairan Bitung, Sulawesi Utara. Kapal perusak atau destroyer, JNS Yamagiri dan JNS Shiranui, melakoni latihan passing exercise (passex) pada Selasa (3/3).
Kedatangan dua "monster laut" Jepang ini ke Bitung bertujuan memperkuat stabilitas keamanan di kawasan maritim Asia Pasifik. Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) Koarmada II Kolonel Laut (P) Antonius Februar, menjelaskan latihan ini menjadi wadah utama untuk mengasah profesionalisme prajurit.
Baca Juga: TNI AL dan Singapura Bakal Berburu Ranjau Bawah Laut di Batam-Bintan
"Para prajurit melakoni berbagai materi mulai dari koordinasi komunikasi hingga manuver taktis di tengah laut," ujar Antonius, dikutip dari keterangan Dispen Koarmada II, Rabu (4/3).

Antonius menyebutkan, awak kapal menjalankan commcheck atau uji jaringan radio agar instruksi tempur tersampaikan dengan akurat antarnegara. Tak hanya itu, kedua angkatan laut ini mempraktikkan pilotage atau teknik navigasi aman saat kapal melewati perairan sempit atau rawan.
"Prajurit juga melatih ketangkasan menggunakan bendera isyarat (flaghoist) dan komunikasi lampu kilat (flashex) sebagai alternatif kirim pesan rahasia saat perang," imbuh Antonius.
Baca Juga: Koopsudnas Rumuskan Arah Pembangunan Kekuatan Satuan Antariksa TNI AU
Destroyer dari Yokosuka dan Ominato
Sebelum membelah ombak di laut Bitung, dua kapal perusak Jepang ini sudah bersandar di dermaga Samudera Bitung sejak Sabtu (28/2). Kapal pertama, JNS Yamagiri (DD-152), merupakan kapal perusak kawakan kelas Asagiri yang militer Jepang bangun pada era 1980-an. Kapal yang resmi bertugas sejak 12 Maret 1989 ini berada di bawah jajaran Divisi Kawal 11 yang bermarkas di Yokosuka. Dengan panjang 137 meter, Yamagiri mengangkut sekitar 220 prajurit dan mengandalkan rudal antikapal Harpoon serta rudal udara Sea Sparrow untuk melumpuhkan lawan.
Berbeda dengan rekannya, JNS Shiranui (DD-120) tampil dengan teknologi yang jauh lebih mutakhir. Jepang membangun kapal perusak kelas Asahi ini dengan fokus utama pada peperangan antikapal selam. Shiranui baru resmi memperkuat jajaran militer Jepang pada 27 Februari 2019 di bawah komando Divisi Kawal 7 yang berbasis di Ominato. Kapal canggih yang membawa 230 personel ini mengusung radar panel datar dan sistem peluncur rudal vertikal (VLS) yang mampu menembakkan senjata secara otomatis ke berbagai arah dalam waktu sekejap. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































