Duet KRI Selar-879 dan Coast Guard Filipina Iring-iringan di Laut Lepas

Jakarta, IDM – Pemandangan menarik menghiasi perairan perbatasan Indonesia-Filipina. Kapal perang TNI AL, KRI Selar-879, melakukan manuver taktis beriringan dengan kapal penjaga pantai Filipina (Philippine coast guard).
Momen kebersamaan ini terjadi saat kedua unsur menggelar latihan bersama saat berpapasan atau passing exercise (passex) di wilayah operasi laut, Rabu (4/3).
Gugus Tempur Laut (Guspurla) Koarmada II menugaskan KRI Selar-879 untuk memimpin latihan tersebut. Kapal TNI AL ini melakukan "duet" latihan dengan kapal coast Guard Filipina, BRP Tubbataha. Tak hanya itu, Angkatan Laut Filipina juga mengerahkan kapal perang BRP Artemio Ricarte dan satu pesawat udara militer untuk melengkapi formasi.
Baca Juga: TNI Masih Lakukan Penelusuran Terkait Prajurit Lolos Rekruitmen tapi Tersandung Perkara Hukum
Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) Koarmada II Kolonel Laut (P) Antonius Februar, menjelaskan detail kegiatan para prajurit di tengah laut. Ia menyebut latihan ini mencakup berbagai cara berkomunikasi antarkapal.

"KRI Selar-879 berlatih bersama unsur Filipina meliputi komunikasi taktis hingga manuver laut. Seluruh kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar," ujar Antonius dalam keterangannya, dikutip Kamis (5/3).
Antonius memaparkan, para prajurit tidak hanya mengandalkan radio canggih. Mereka juga mengasah kemampuan mengirim pesan sandi menggunakan isyarat bendera dan gerakan tangan (semaphore). Hal ini penting untuk menjaga kerahasiaan dan melatih insting komunikasi visual di laut lepas.
Baca Juga: Tiga KRI Manuver di Laut Natuna Utara, Latihan Tempur Serangan Udara
Puncak latihan terlihat saat kapal-kapal tersebut membentuk barisan rapi dan melakukan manuver iring-iringan untuk sesi foto udara (photo exercise).
Lebih lanjut, Antonius menegaskan latihan ini bertujuan mempererat kerja sama militer kedua negara. TNI AL ingin memastikan koordinasi di lapangan berjalan mulus jika sewaktu-waktu harus menghadapi ancaman keamanan bersama.
"Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat kerja sama dan sinergi antarangkatan laut dalam menjaga stabilitas keamanan kawasan," tambahnya.
Usai menyelesaikan seluruh materi latihan, KRI Selar-879 dan unsur Filipina saling memberikan penghormatan lambung sebelum kembali melanjutkan patroli di sektor masing-masing. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































