KRI RE Martadinata-331 dan HTMS Bhumibol Adulyadej Latma Sea Garuda 2023

Jakarta, IDM - KRI RE Martadinata-331 bersama HTMS Bhumibol Adulyadej FFG-471 melakukan sea phase dalam latihan bersama SEA Garuda 21AB-23 di Laut Jawa, Kamis (15/6).
Tahap sea phase dilaksanakan setelah rangkaian Presail Conference di Pusat Latihan Kapal Perang diterima oleh seluruh prajurit sepanjang 14-16 Juni.
Baca Juga: Upaya Kemhan Perkokoh Kekuatan Tempur TNI AU
"Latihan meliputi serial departure, tactical manuver, cross deck, photo exercise, VBSS exercise, man over board exercise, damage control exercise, serta publication exercise," demikian keterangan dari Dispen Koarmada II.
Setelah melakukan rangkaian tersebut, pada tahap keempat post phase mereka menggelar closing ceremony onboard HTMS Bhumibol Adulyadej.
Baca Juga: Puluhan Siswa Diktukpa TNI AL Jalani Orientasi di Pusdikbanmin
Latihan sea phase yang dilakukan oleh kedua TNI AL bertujuan membangun peluang interaksi dan pertukaran pengetahuan serta pengalaman antar prajurit kedua negara. Selain itu, latihan tersebut juga dilakukan untuk memperkuat hubungan bilateral masing-masing negara. (un)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































