Jakarta, IDM – Menteri Pertahanan (Menhan) RI Prabowo Subianto menaruh perhatian yang tinggi atas kesiapan tempur TNI Angkatan Udara (TNI AU). Untuk itu, ia terus berupaya untuk memberikan alutsista terbaik bagi para penjaga dirgantara Indonesia, baik melalui program pembelian maupun modernisasi alutsista.
Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI dalam keterangan resminya mengungkapkan sejumlah rencana strategis yang telah disiapkan untuk menambah kekuatan tempur TNI AU seperti upgrade dan overhaul/repair pesawat tempur Su-27/30, Hawk 100/200, serta F-16.
โSelain pelaksanaan upgrade dan overhaul/repair pada pesawat SU-27/30, Hawk 100/200 dan F-16 juga terdapat pembelian alutsista berupa pesawat baru seperti pesawat tempur Dassault Rafale dan F-15 Super Eagle,โ tulis Kemhan.
Baca Juga:ย KRI Frans Kaisiepo-368 Dipercaya Pimpin Latihan Bersama di Laut Mediterania
Untuk diketahui, kontrak pembelian jet tempur Rafale oleh Indonesia telah berada pada status efektif, di mana hal tersebut menandakan jika pesawat tempur asal Prancis itu akan tiba di Indonesia pada 2026.
Sebelumnya, Kemhan memang telah melakukan penandatanganan kontrak kerja sama pembelian enam pesawat tempur generasi 4,5 Rafale pada 10 Februari 2022 silam. Secara total, Indonesia rencananya akan mengakuisisi 42 pesawat tempur Rafale.
Sejumlah rencana strategis yang disiapkan oleh Kemhan tidak terlepas dari kesiapan tempur TNI AU yang saat ini dinilai sudah masuk dalam fase habis masa pakainya. Sebagai contoh, pesawat F-5 Tiger yang telah grounded pada 2016 hingga saat ini belum mendapat penggantinya.
Baca Juga:ย Mengenal Teknik Tembak Tempur Ofensif Prajurit Marinir
Awalnya, pemerintah berencana untuk mengganti pesawat tersebut dengan pesawat SU-35 asal Rusia. Namun, rencana tersebut urung dilakukan lantaran terkendala dengan ancaman sanksi Countering Americaโs Adversaries Through Sanctions Act (CAATSA) dan OPAC List dari pihak Amerika Serikat (AS).
Selain itu, kondisi pesawat tempur lainnya seperti Hawk 100/200 TNI AU juga akan masuk pada fase habis masa pakai. Untuk itu dibutuhkan pesawat tempur baru guna mengganti pesawat-pesawat tersebut. (yas)