HANKAM

KRI Pulau Fani-731 Matangkan Alat Buru Ranjau untuk Latihan Bareng Singapura

Kaskoarmada II Laksma Agam Endrasmoro
Kaskoarmada II Laksma Agam Endrasmoro cek total anjungan KRI Pulau Fani-731, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (11/3). (Foto: Dok. Dispen Koarmada II)

Jakarta, IDM – TNI tengah mematangkan "taring" kapal pemburu ranjau terbarunya, KRI Pulau Fani-731 jelang latihan bersama Angkatan Laut Singapura dalam ajang Joint Minex Pandu 2026.

Prajurit KRI Pulau Fani-731 kini sibuk melakukan pemeriksaan total pada seluruh instrumen kapal di pangkalan. Mereka memeriksa secara detail mulai dari sistem navigasi digital, peralatan operasi ranjau yang super sensitif, hingga perlengkapan keselamatan kru kapal.

Kepala Staf Komando Armada (Kas Koarmada) II Laksma Agam Endrasmoro meninjau langsung kesiapan kapal pemburu ranjau kelas Frankenthal ini di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (11/3). Ia memelototi setiap sudut bagian kapal untuk memastikan KRI Pulau Fani mampu bekerja optimal saat berburu peledak bawah laut nanti.

Baca Juga: Koarmada I Siaga, 3 KRI Simulasi Pertahanan Udara hingga Manuver Taktis

Laksma Agam menekankan, kesiapan personel dan material menjadi kunci utama kesuksesan misi internasional ini. Ia ingin prajurit TNI AL menunjukkan profesionalisme tinggi saat beradu taktik dengan negara tetangga.

"Kesiapan personel maupun material sangat penting guna mendukung kelancaran pelaksanaan latihan. Hal ini sekaligus menjaga profesionalisme prajurit TNI AL dalam setiap kegiatan operasi maupun latihan bersama," ujar Laksma Agama, dikutip dari keterangan Dispen Koarmada II, Kamis (12/3).

Alat operasi ranjau KRI Pulau Fani
Alat operasi ranjau KRI Pulau Fani, target JMP-26, wajib prima sebelum berburu bareng Singapura. (Foto: Dok. Dispen Koarmada II)

Berburu Ranjau di Jalur Vital Batam-Bintan

Joint Minex Pandu bukan sekadar latihan rutin biasa. TNI AL dan Angkatan Laut Singapura memilih lokasi yang sangat vital bagi pelayaran dunia, yakni perairan bagian timur Pulau Bintan dan Batam hingga Singapura.

Kaskoarmada II Laksma Agam Endrasmoro
Memastikan kesiapan chamber medis dan alat selam siap operasional penuh. (Foto: Dok. Dispen Koarmada II)

Kawasan ini merupakan salah satu jalur perdagangan tersibuk di bumi. Ancaman ranjau, baik sisa perang maupun sabotase modern, bisa melumpuhkan ekonomi global jika pasukan ahli tidak menanganinya dengan standar internasional.

Baca Juga: TNI AL Dukung MBG hingga Ketahanan Pangan di 2026

Dalam latihan nanti, prajurit kedua negara akan melakoni dua fase utama. Pertama, mereka menjalankan fase pangkalan (harbour phase) untuk mematangkan strategi di darat. Kedua, mereka langsung tancap gas melaksanakan fase laut (sea phase) untuk mempraktikkan pemburuan ranjau secara nyata di kedalaman air.

TNI AL mengandalkan KRI Pulau Fani-731 karena memiliki teknologi sensor dan sonar mutakhir yang mampu mendeteksi benda kecil di dasar laut dengan sangat akurat. Melalui persiapan maksimal ini, KRI Pulau Fani diharapkan mampu meningkatkan kerja sama dan kekompakan (interoperabilitas) dengan armada Singapura.

Kerja sama militer Joint Minex antara Indonesia dan Singapura sendiri memiliki sejarah panjang yang terjalin sejak era 1990-an. Tradisi latihan ini menjadi bukti komitmen kedua negara dalam menjaga Selat Malaka tetap bersih dari ancaman bahan peledak bawah air. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.