KRI Frans Kaisiepo-368 Dapat Apresiasi dalam Pemeriksaan Waslakops Mabes TNI

Jakarta, IDM - KRI Frans Kaisiepo-368 mendapatkan nilai maksimal dan positif dalam tahap pemeriksaan pertama pengawasan pelaksanaan operasi pertama.
Dikutip dari laman TNI AL, Senin (12/6), dalam penilaian kesiapan operasi KRI FransKl Kaisiepo-368, Paban VIII Opslugri mengatakan untuk tetap jaga profesionalitas dan morilitas prajurit.
Baca Juga: Yonmarhanlan II Laksanakan Merplug KRI Banjarmasin-592 dan KRI Banda Aceh-593
"Enam bulan telah dijalani dengan sempurna dan berharap tetap menjaga prestasi yang telah dilaksanakan Satgas MTF XXVIII-N," ujarnya.
Kegiatan diawali dengan pemaparan berisi kemampuan kapal, kondisi personel dan berbagai capaian positif dalam menjalankan misi perdamaian oleh Kadiv PIT tim Waslakops Mabes TNI.
Baca Juga: Latma Sea Garuda 2023, Angkatan Laut Thailand Tiba di Surabaya
Kemudian, kegiatan dilanjutkan ke pusat informasi trmpur dan ajungan hingga geladak exocet.
Pada pemeriksaan pertama ini, KRI Frans Kaisiepo 368 kembali mendapat kepercayaan untuk melaksanakan tugas perdamaian dunia, karena dapat memenuhi standar dari Waslakops Mabes TNI. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































