KRI Canopus-936 Sandar di Nigeria, Selesaikan Etape II Pelayaran Menuju Indonesia

Jakarta, IDM – Kapal survei terbaru milik TNI Angkatan Laut, KRI Canopus-936, sukses menuntaskan etape kedua pelayarannya menuju tanah air. Kapal bantu hidro-oseanografi (BHO) atau kapal pemetaan laut canggih ini resmi bersandar di dermaga Lagos, Nigeria, Rabu (1/4).
KRI Canopus-936 tiba di Nigeria setelah menempuh perjalanan sejauh 2.481 mil laut (Nm) selama 8 hari. Kapal hasil kolaborasi Indonesia dan Jerman ini sebelumnya bertolak dari Las Palmas, Spanyol, pada 23 Maret lalu dengan membelah ganasnya Samudra Atlantik Utara.
Baca Juga: Pusat Kavaleri TNI AD Buka Pendidikan Bintara Kendaraan Tempur
Kedatangan kapal canggih pemetaan bawah air ini disambut langsung oleh militer Angkatan Laut Nigeria dan Atase Pertahanan RI di Abuja, Kolonel Cke Aslam Setiawan.
Komandan KRI Canopus-936 Kolonel Laut (P) Indragiri Yani W, menjelaskan, persinggahan di Lagos sangat penting untuk menjaga performa kapal sebelum melanjutkan perjalanan lintas benua yang masih panjang.
"Selama tiga hari sandar di Lagos, Nigeria, kapal akan melaksanakan beberapa kegiatan antara lain pemantapan kondisi teknis sistem permesinan, pesawat maupun sensor, persenjataan, serta pengisian bahan bakar dan air tawar," ujar Indragiri, dikutip dari keterangan Dispenal, Jumat (3/4).
Baca Juga: Paspampres dan PSS ROK Bahas Latma Pengamanan VVIP
Teknologi Robotik dan Misi Diplomasi
Bukan sekadar kapal angkut, KRI Canopus-936 adalah lompatan besar bagi Pusat Hidro-Oseanografi TNI AL (Pushidrosal). Kapal ini membawa teknologi riset bawah laut kelas dunia. Di antaranya adalah wahana bawah air otonom (AUV) atau kendaraan bawah air otomatis tanpa awak, serta wahana bawah air kendali jarak jauh (ROV) yang merupakan robot bawah air dengan kendali kabel dan kamera.

Selain itu, kapal ini juga dilengkapi pesawat nirawak (UAV) atau drone untuk pemantauan dari udara. Kecanggihan ini sempat dipamerkan melalui kegiatan tur keliling kapal bagi para perwira Angkatan Laut Nigeria saat acara penyambutan.
Sebelum mencapai Nigeria, kapal yang dibangun di galangan Abeking & Rasmussen, Jerman ini telah melewati jalur menantang mulai dari Laut Utara, Selat Inggris, hingga menerjang ombak Teluk Biscay. Sebanyak 93 prajurit pilihan mengawaki kapal ini dalam misi pelayaran perdana menuju Indonesia.
Baca Juga: Pusterau Tegaskan Peran Penting Komcad dalam Sosialisasi di Lanud Iswahjudi
Target Tiba di Indonesia
Sesuai jadwal, KRI Canopus-936 akan kembali bertolak pada Sabtu (4/4), untuk memulai etape ketiga menuju Cape Town, Afrika Selatan. Kapal survei ini diprediksi akan tiba di Indonesia pada pertengahan April atau Mei 2026 mendatang.
Kehadiran KRI Canopus-936 akan memperkuat jajaran alutsista TNI AL tahun ini, membuktikan kemampuan personel dalam mengoperasikan teknologi maritim paling mutakhir di dunia.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































