KRI Bontang-907 Halau Kapal Kayu Rohingya di Perairan Pulau Weh

Jakarta, IDM - Sebuah kapal kayu terdeteksi berada di perairan Timur Pulau Weh, Aceh. Kapal tersebut diduga mengangkut korban praktik Tindak Pidana Perdagangam Orang (TPPO) Rohingya, Rabu (27/12).
Dikutip dari keterangan Dispenal, Jumat (29/12), kemunculan kapal kayu bernama SHWE YA DANAR 3 terdeteksi Gugus Keamanan Laut (Guskamla) Koarmada I.
Baca Juga: Rotasi Jabatan, Dankodiklatau Pimpin Sertijab Komandan Sekkau
Saat itu unsur patroli helikopter Panther dan KRI Bontang-907 mendapatkan keberadaan kapal kayu tersebut sedang berlayar di Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE), berbatasan dengan ZEE India.
Kemudian, KRI Bontang-907 pun melakukan shadowing sebagai langkah pengamanan dan monitoring kapal kayu tersebut. Setelah dipastikan kapal dalam keadaan baik, unsur TNI AL terus memantau SHWR YA DANAR 3 melanjutkan pelayaran hingga keluar ZEE Indonesia-India.
Baca Juga: Etape ke-3 Pelayaran Menuju Lebanon, KRI Diponegoro-365 Singgah di Oman
Sebelumnya, pemerintah Indonesia bertekad memburu para pelaku TPPO, khususnya pada permasalahan di Aceh. Upaya tersebut menjadi kewajiban Indonesia sesuai Konvensi PBB dalam Menentang Tindak Pidana Transnasional.
Sampai saat ini, TNI AL secara terus menerus menggelar operasi sepanjang tahun, termasuk dalam mengamankan wilayah laut yurisdiksi nasional dari berbagai tindak ilegal hingga ancaman kedaulatan. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































