KRI Badii-623 Latihan VBSS Bersama Satkopaska Koarmada II

Surabaya, IDM - Prajurit KRI Badik-623 Satkat Koarmada II berlatih Visit Board Search and Seizure (VBSS) dengan Satkopaska Koarmada II, di Ujung Suranaya, Kamis (1/9).
Latihan berlangsung dua hari dengan materi teori VBSS, ship movement, gerakan perorangan dan praktik di laut menggunakan sekoci karet.
Komandan KRI Badik-623 Letkol Laut (P) Hafidz menyampaikan, latihan dalam rangka meningkatkan kemampuan tim pemeriksa KRI Badik-623 mendukung tugas operasi yang akan datang.
"Latihan ini juga dilaksanakan dalam rangka mempersiapkan KRI Badik-623 dalam menghadapi latihan geladi tugas tempur tingkat I / L-1," ujar Hafidz, dikutip dari laman TNI AL, Senin (5/9).
Selain itu, latihan VBSS juga dalam rangka melaksanakan perintah Dansatkat Koarmada II Kolonel Laut (P) Sumarji Bimoaji sekaligus tindak lanjut perintah Pangkoarmada II Laksda TNI TSNB Hutabarat.
"Agar prajurit Satkat Koarmada II dan Koarmada memiliki pengetahuan dan profesionalisme yang baik dalam setiap pelaksanaan tugas, sejalan dengan prioritas KSAL Laksamana TNI Yudo Margono tentang peningkatan SDM prajurit TNI AL," kata Hafidz. (at)
Hankam

Dilengkapi dengan Konsol OMC, C-130 Hercules A-1319 Semai 53,1 Ton NaCl di Sumsel
TNI Angkatan Udara memodifikasi pesawat C-130 Hercules A-1319 dengan konsol Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menanggulangi karhutla, dan telah berhasil menyemai 53,1 ton NaCl dalam 12 sortie di Sumatra Selatan.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































