Kontrak Pembelian Rafale Sudah Efektif

Jakarta,IDM - Juru bicara Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Dahnil Anzar mengatakan jika kontrak pembelian enam dari 42 jet tempur Rafale buatan Dassault Aviation mulai efektif.
“Per tanggal 9 September 2022, sudah efektif,” ujar Dahnil, Selasa (21/9).
Saat ini Indonesia sedang menunggu produksi jet tempur Rafale.
“Kita tinggal menunggu produksi Rafel selesai,” jelas Dahnil.
Diketahui, Kementerian Pertahanan berhasil menyepakati kontrak pembelian enam dari 42 Rafale dengan total nilai kontrak sebesar Rp 116,19 triliun pada 10 Februari 2022.
Penandatanganan kontrak tersebut disaksikan langsung oleh Menhan RI Prabowo Subianto dan Menhan Prancis Florence Parly di Kementerian Pertahanan. (nhn)
Hankam

Dilengkapi dengan Konsol OMC, C-130 Hercules A-1319 Semai 53,1 Ton NaCl di Sumsel
TNI Angkatan Udara memodifikasi pesawat C-130 Hercules A-1319 dengan konsol Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menanggulangi karhutla, dan telah berhasil menyemai 53,1 ton NaCl dalam 12 sortie di Sumatra Selatan.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































