HANKAM

Komandan PMPP Tinjau Kesiapan Satgas MTF XXVIII-O UNIFIL Sebelum ke Lebanon

Komandan PMPP Laksamana Muda Retiono Kunto
Komandan PMPP Laksamana Muda Retiono Kunto memeriksan kesiapan personel dan materiil Satgas MTF XXVIII-O UNIFIL di Jakarta, Jumat (8/12). (Foto: Dok. Dispenal)

Jakarta, IDM - Komandan Pusat Misi Pemeliharan Perdamaian (PMPP) TNI Laksamana Muda Retiono Kunto memeriksa kesiapan Satgas Maritime Task Force (MTF) XXVIII-O UNIFIL yang tiba di Jakarta, Jumat (8/12).

Retiono memeriksa kesiapan 120 personel satgas beserta alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang terdiri dari KRI Diponegoro-365 dan satu unit helikopter Panther HS-1306 sebelum dilepas secara resmi oleh Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto.

Peninjauan menyeluruh dilaksanakan ke setiap bagian, mulai dari anjungan, Pusat Informasi Tempur (PIT), dapur, ruang kesehatan, laundry, mesin, bengkel mesin dan elektronika, rekreasi maupun akomodasi prajurit.

Baca Juga: KSAU Soroti Pentingnya SDM dalam Merespons Perkembangan Teknologi Militer

Selain itu, peninjauan juga mencakup kualifikasi, pendidikan, latihan, latar belakang penugasan, dan penguasaan bahasa dari prajurit Satgas.

UNIFIL
(Foto: Dok. Dispenal)

“Pemeriksaan kesiapan ini bertujuan melihat bagaimana kesiapan seluruh prajurit, meliputi kemampuan prajurit di bidang tugas dan tanggung jawab jabatan," ujar Retiono, dikutip dari keterangan Dispenal, Sabtu (9/12).

"Serta perlengkapan yang telah diberikan baik perorangan maupun satuan dalam mendukung tugas yang akan dihadapi di daerah misi," sambungnya.

Baca Juga: Marsdya TNI Tedi Rizalihadi Dilantik sebagai Panglima Koopsudnas

Lebih lanjut, ia menyampaikan peninjauan pada seluruh aspek yang dipersyaratkan PBB ini akan memberikan keyakinan terhadap keberhasilan tugas satgas sesuai mandat PBB.

"Misi perdamaian ini dilaksanakan dalam rangka menjalankan mandat Dewan Keamanan PBB, di mana hal ini menunjukkan dunia internasional mempercayai TNI AL untuk mewujudkan perdamaian dunia," jelas Retiono. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.