Marsdya TNI Tedi Rizalihadi Dilantik sebagai Panglima Koopsudnas

Jakarta, IDM - Marsdya TNI Tedi Rizalihadi resmi mengemban amanah sebagai Panglima Komando Operasi Udara Nasional (Pangkoopsudnas) usai upacara serah terima jabatan (sertijab) yang dipimpin oleh Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat (8/12).
Penunjukkan Marsdya TNI Tedi Rizalihadi sebagai Pangkoopsudnas merujuk pada Keputusan Panglima TNI, Nomor Kep/1324/XI/2023, tanggal 17 November 2023.
Sebelum didapuk sebagai Panglima Koopsudnas, Tedi terlebih dahulu menjabat sebagai Komandan Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan dan Latihan TNI Angkatan Udara (Dankodiklatau) selama satu tahun, sejak November 2022.
Baca Juga: Rotasi Jabatan, KSAU Pimpin Sertijab Panglima Koopsudnas dan Komandan Kodiklatau
Dikutip dari berbagai sumber, pria lulusan Akademi Angkatan Udara 1992 ini tercatat pernah menempati sejumlah jabatan strategis lainnya, seperti Kepala Staf Komando Operasi Angkatan Udara I pada 2019.

Setahun berselang, Tedi dipercaya menjadi Waasops Panglima TNI pada 2021. Kemudian di tahun 2022, pria kelahiran Lebak, Jawa Barat ini menempati jabatan Kepala Staf Komando Operasi Udara Nasional 2.
Marsdya TNI Tedi mengawali kariernya sebagai penerbang pesawat tempur Hawk MK-53. Prestasi berhasil ia torehkan dengan menyabet 1000 jam terbang.
Baca Juga: KSAU Soroti Pentingnya SDM dalam Merespons Perkembangan Teknologi Militer
Capaian tersebut menjadi penting lantaran saat itu tidak banyak penerbang tempur yang berhasil meraih 1000 jam terbang untuk pesawat tempur Hawk MK-53.
Sementara itu, dalam perjalanan kariernya, Tedi juga menempuh berbagai jenjang pendidikan di sekolah militer. Pemilik call sign "Wombat" ini mengenyam pendidikan di Sekolah Penerbang TNI AU Angkatan ke-46 tahun 1994, Sekolah Kesatuan Komando Angkatan Udara (Sekkau) Angkatan ke-67 tahun 2000.
Selanjutnya, Tedi meneruskan pendidikannya di Sekolah Instruktur Penerbang TNI AU Angkatan ke-51 tahun 2004, Sekolah Staf dan Komando Angkatan Udara (Seskoau) Angkatan ke-42 tahun 2005, Sekolah Staf dan Komando TNI Angkatan ke-42 tahun 2015, dan PPRA Lemhannas RI Angkatan ke-59 tahun 2019. (yas)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































