Kolonel Samson Sihotang Resmi Jadi Komandan Pasukan Khusus Denjaka Marinir

Jakarta, IDM - Pasukan khusus Detasemen Jalamangkara (Denjaka) Korps Marinir, melakukan pergantian jabatan komandan dari Kolonel (Mar) Kresno Pratowo, digantikan Kolonel (Mar) Samson Sitohang, Jakarta, Senin (8/8).
Sebelumnya, Samson sebelumnya menjabat sebagai Staf Ahli A Bidang Kormar. Dia adalah lulusan Akademi Angkatan Laut (AAL) 1998 dan pernah menjabat sebagai Wakil Komandan Denjaka. Samson juga anggota dari Satuan Tugas Merah Putih dalam operasi pembebasan sandera Kapal MV Sinar Kudus di Somalia.
Dalam amanatnya, Dankormar Mayjen (Mar) Widodo Dwi Purwanto, mengatakan serah terima jabatan Komandan Denjaka adalah bagian dari upaya pembinaan personel Korps Marinir dalam membangun kekuatan organisasi secara periodik dan dinamis, yang pada hakikatnya sebagai wujud kepercayaan dan kehormatan dari Korps Marinir kepada para pejabat yang bersangkutan.

"Sebagai motivasi dan petunjuk awal dalam penugasan ke depan, agar mampu melaksanakan tugas sesuai ketentuan sehingga tercapainya tujuan dan sasaran organisasi secara optimal, selaras dengan visi dan misi Korps Marinir TNI AL," ujar Widodo saat upacara serah terima, dikutip dari keterangan Dispen Kormar.
Dalam kesempatan tersebut, Widodo juga berterima kasih dan memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya atas segala dedikasi dan loyalitas yang dilakukan Kresno selama mengemban jabatan sebagai Komandan Denjaka, yakni kontribusi positif yang sangat bermanfaat bagi satuan dan Korps Marinir secara maksimal.
Tak hanya itu, Widodo mengucapkan selamat kepada Samson atas kepercayaan dan kehormatan yang diberikan Korps Marinir dan TNI AL sebagai Komandan Denjaka yang baru. Widodo yakin, berbekal pengalaman pada jabatan sebelumnya, Samson mampu mengemban tugas dengan baik dan akan menemukan langkah-langkah serta pola pembinaan dan pengembangan fungsi secara lebih tepat.

"Terwujudnya Korps Marinir yang besar, profesional, modern dan tangguh sebagai pasukan pendarat yang berkarakter, militan dan dicintai rakyat untuk mewujudkan Indonesia maju berdaulat, mandiri dan berkepribadian gotong royong," pungkas Widodo. (at)
Hankam

Ini Cara Kerja Radar Pertahanan Tentukan Posisi Sasaran
Sistem radar pertahanan udara mengandalkan tiga parameter utama—jarak (range), arah (azimuth), dan ketinggian (altitude)—untuk mendeteksi serta melacak posisi sasaran secara akurat dalam ruang tiga dimensi.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































