HANKAM

Kolonel Budi Wafat, Ini Prestasi Mantan Danlanal Penggagal Peredaran Kokain di Banten

Kolonel Budi Wafat, Ini Prestasi Mantan Danlanal Penggagal Peredaran Kokain di Banten
Almarhum Kolonel Laut (P) Budi Iryanto. (Dispenal)

Jakarta, IDM - Mantan Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Banten Kolonel Laut (P) Budi Iryanto meninggal dunia karena sakit. Sebelumnya, dia berjasa menggagalkan peredaran narkoba 179 kg kokain senilai Rp1,2 triliun, Minggu (8/5).

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Julius Widjojono, mengatakan Budi mendapat promosi jabatan sebagai Asisten Operasi (Asops) Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Danlantamal) XII Pontianak pascamenjadi Danlanal Banten.

Dia mendapatkan promosi jabatan tersebut tak lama pascapenemuan kokain. Setelah menjadi Asops Danlantamal XII Pontianak, Budi kembali mendapat promosi jabatan menjadi Staf Ahli (Sahli) Koarmada II.

"Hal tersebut (promosi jabatan) sudah terpolakan dan sesuai prosedur penempatan jabatan di lingkungan TNI AL secara wajar," ujar Julius dalam keterangan tertulisnya, dikutip Selasa (23/8).

Selain itu, Julius menegaskan terkait meninggalnya Budi tidak ada hubungannya dengan temuan upaya penyelundupan narkoba jenis kokain di Selat Sunda, Banten, saat masih menjabat sebagai Danlanal Banten.

"Meninggal dunianya Kolonel Laut (P) Budi Iryanto dikarenakan sakit yang dideritanya," ungkap Julius.

Berdasarkan laporan Rumah Sakit Pusat Angkatan Laut (RPSAL) dr Ramelan, Budi tiba di rumah sakit ini dengan keluhan utama lemas pada 4 Agustus. Pacapemerikasaan medis, Budi didiagnosis diabetes mellitus. Selanjutnya, dia menjalani terapi berupa transfusi PRC, infus albumin, antibiotik, diet TKRP, dan hemodialisa.

Setelah itu, tepat pada 18 Agustus, pukul 20.20 WIB, Budi mengalami penurunan kesadaran dan kemudian dipindah ke ruang ICU. Pada 20 Agustus, pukul 06.53 WIB, kondisi Budi menurun dan selanjutnya dilakukan tindakan medis secara maksimal.

"Namun pada pukul 08.00 WIB, pasien dinyatakan meninggal oleh dokter," kata Julius. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.