Kolaborasi TNI-Polri Gagalkan 166,88 Kg Ganja di Jawa Timur

Jakarta, IDM - Kolaborasi TNI-Polri berhasil menggagalkan peredaran narkoba jenis ganja seberat 166,88 kilogram (Kg) di Jawa Timur.
Hal ini terungkap dalam konferensi pers yang dipimpin langsung oleh Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Rudy Saladin bersama Kapolda Jatim, Irjen Pol. Imam Sugianto di Ballroom Sanika Satyawada Polresta Malang, Rabu, (4/12).
Baca Juga: TNI AD Gelar Latihan Puncak, Libatkan 9 Kecabangan dengan Teknologi Canggih
"Pengungkapan ini menunjukkan dedikasi luar biasa dalam memberantas narkotika. Kerja keras dan sinergi antara instansi menjadi kunci keberhasilan dalam memerangi peredaran narkoba," kata Pangdam V/Brawijaya dalam keterangannya dikutip, Kamis, (5/12).
Kedua pimpinan ini pun berkomitmen dan berharap agar kerja sama antara TNI dan Polri semakin kuat, serta masyarakat lebih waspada terhadap bahaya narkoba.
"Dengan upaya bersama, kita dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman dan bebas dari pengaruh buruk narkoba demi masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang," harap Pangdam V Brawijaya. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































