HANKAM

Kogabwilhan I Berbagi dan Peduli Semeru

Peduli Semeru
Dok Penkogabwilhan I

Lumajang, IDM - Pangkogabwilhan I Laksdya TNI I Muhammad Ali, S.E., M.M., M.Tr.Opsla. mengirim bantuan kemanusiaan untuk para korban bencana alam erupsi Gunung Semeru di Lumajang, Selasa (14/12/2021). 
 
Beberapa waktu lalu, Kabar duka datang dari wilayah Kabupaten Malang dan Lumajang, Jawa Timur. Gunung Semeru mengalami erupsi dengan mengeluarkan asap dan debu vulkanik yang sangat tebal yang menyebabkan terjadi bencana kematian dan kerugian bagi masyarakat.
 
Dengan keadaan tersebut, Kogabwilhan I mengirimkan paket bantuan untuk warga di lokasi pengungsian. Bantuan tersebut berupa kebutuhan sembako hingga kebutuhan lainnya, dengan total 64 paket sembako untuk korban Semeru di lumajang.
 
Pangkogabwilhan I menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan bentuk kepedulian dari Kogabwilhan I terhadap korban Semeru, yang terjadi di Lumajang berapa waktu lalu. Semoga bantuan ini dapat meringankan korban erupsi Gunung Semeru dan saudara kita yang ada di Lumajang.
 
“Semoga saudara kita disana dapat tabah dan diberi kekuatan dengan apa yang terjadi dan bisa kembali normal dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari,” ujarnya.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.