Kogabwilhan I Berbagi dan Peduli Semeru

Lumajang, IDM - Pangkogabwilhan I Laksdya TNI I Muhammad Ali, S.E., M.M., M.Tr.Opsla. mengirim bantuan kemanusiaan untuk para korban bencana alam erupsi Gunung Semeru di Lumajang, Selasa (14/12/2021).
Beberapa waktu lalu, Kabar duka datang dari wilayah Kabupaten Malang dan Lumajang, Jawa Timur. Gunung Semeru mengalami erupsi dengan mengeluarkan asap dan debu vulkanik yang sangat tebal yang menyebabkan terjadi bencana kematian dan kerugian bagi masyarakat.
Dengan keadaan tersebut, Kogabwilhan I mengirimkan paket bantuan untuk warga di lokasi pengungsian. Bantuan tersebut berupa kebutuhan sembako hingga kebutuhan lainnya, dengan total 64 paket sembako untuk korban Semeru di lumajang.
Pangkogabwilhan I menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan bentuk kepedulian dari Kogabwilhan I terhadap korban Semeru, yang terjadi di Lumajang berapa waktu lalu. Semoga bantuan ini dapat meringankan korban erupsi Gunung Semeru dan saudara kita yang ada di Lumajang.
“Semoga saudara kita disana dapat tabah dan diberi kekuatan dengan apa yang terjadi dan bisa kembali normal dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari,” ujarnya.
Hankam

Dilengkapi dengan Konsol OMC, C-130 Hercules A-1319 Semai 53,1 Ton NaCl di Sumsel
TNI Angkatan Udara memodifikasi pesawat C-130 Hercules A-1319 dengan konsol Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menanggulangi karhutla, dan telah berhasil menyemai 53,1 ton NaCl dalam 12 sortie di Sumatra Selatan.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































