Kodim 1711 Sosialisasikan Pencegahan Bahaya Stunting

Papua, IDM - TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler Ke-110 Kodim 1711/BVD menggelar kegiatan non fisik bersama Puskesmas Distrik Kawagit tentang sosialisasi pencegahan bahaya stunting pada anak dengan meningkatkan peran Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) dan Pos Binaan Terpadu (Posbindu).
Kegiatan Non Fisik TMMD Kodim 1711/BVD tentang sosialisasi pencegahan bahaya stunting dilaksanakan di Balai Kampung Wanggom, Distrik Kawagit, Kabupaten Boven Digoel, Papua, Rabu (10/3/2021).
Komandan SSK Satgas TMMD ke-110 Kodim 1711/BVD Kapten Inf Zabir mengatakan bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk membantu masyarakat dengan memberikan pemahaman masalah kesehatan, khususnya tentang bahaya stunting.
“Harapannya setelah diadakan sosialisasi ini, masyarakat Distrik Kawagit kedepannya lebih paham akan stunting itu sendiri dan pencegahannya,” tutupnya.
Pada kesempatan yang sama, Bapak Irvan selaku Kepala Puskesmas Kawagit mengucapkan terima kasih kepada pihak TNI dari program TMMD Ke-110 Kodim 1711/BVD yang telah memfasilitaai kegiatan ini sehingga berjalan dengan baik.
“Terima kasih sudah mempercayakan kami dari pihak Puskesmas sebagai pengisi materi tentang bahaya stunting dan pencegahannya,” ucapnya. (rgp/wan)
Hankam

Dilengkapi dengan Konsol OMC, C-130 Hercules A-1319 Semai 53,1 Ton NaCl di Sumsel
TNI Angkatan Udara memodifikasi pesawat C-130 Hercules A-1319 dengan konsol Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menanggulangi karhutla, dan telah berhasil menyemai 53,1 ton NaCl dalam 12 sortie di Sumatra Selatan.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































