Kodiklatal Gembleng 1.000 Calon Prajurit Tamtama Selama Setahun

Jakarta, IDM – Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan dan Latihan Angkatan Laut (Kodiklatal) akan menempa 1.000 calon prajurit Tamtama TNI AL.
Ribuan siswa tersebut terdiri dari 900 siswa pendidikan pertama Tamtama (Dikmata) angkatan 44 gelombang 2 dan 100 siswa Dikmata dari satuan pendidikan (Satdik)-4 Kodiklatal di Manado.
Adapun pembukaan pendidikan pertama Tamtama TNI AL dibuka secara resmi oleh Wakil Komandan Kodiklatal Laksamana Muda Eko Wahjono di dermaga Semampir Baru, Koarmada II, Surabaya, Senin (11/11).
Baca Juga: Panglima TNI: Kasus Keributan TNI dan Warga di Deli Serdang Karena Geng Motor
"Dikmata angkatan ini memiliki sedikit perbedaan dari tahun sebelumnya. Tahun ini, Dikmata juga diikuti oleh diswa yang berasal dari Satdik-4 Manado," ungkapnya, dikutip dari keterangan Dispen Kodiklatal.

Eko memaparkan, pendidikan akan dilaksanakan selama 9,5 sampai 11 bulan yang terbagi dalam tiga tahap. Pertama, pendidikan dasar keprajuritan (Diksarrit) selama tiga bulan. Kedua, Pendidikan Dasar Golongan (Diksargol) selama dua bulan di Pusat Latihan Pendidikan Dasar Militer (Puslatdiksarmil).
Kemudian, ketiga ialah pendidikan dasar golongan lanjutan (Diksargolan) yang dilaksanakan di sejumlah pusat pendidikan di bawah Kodiklatal.
Baca Juga: Sebanyak 24 Personel TNI Terima Penghargaan Usai Bantu Penanggulangan Bencana di Filipina
"(Waktu) pendidikan (tahap ketiga) antara 4,5 sampai dengan enam bulan, sesuai kejuruan masing-masing," lanjut Eko.
Sementara siswa Satdik-4 akan menjalani pendidikan selama enam bulan yang terbagi dalam tiga tahap, yaitu pendidikan dasar keprajuritan selama tiga bulan, pendidikan dasar golongan selama satu bulan, dan pendidikan dasar golongan lanjutan selama dua bulan.

Usai acara pembukaan latihan, para calon prajurit Tamtama tersebut mengikuti pengenalan alutsista di Koarmada II, seperti kapal perang dan kapal selam. Setelahnya, mereka juga mendapatkan pengenalan kendaraan tempur di Resimen Kavaleri 2 Marinir.
Baca Juga: KRI Wahidin Sudirohusodo-991 Layani Cek Kesehatan Ratusan Masyarakat Vanuatu
Lalu, para siswa Dikmata Satdik-4 melanjutkan perjalanan kembali ke lembaga pendidikan Satdik-4 di Manado untuk mengikuti semua program pendidikan yang telah ditetapkan hingga dilantik menjadi Kelasi Dua (Kld).
Sedangkan siswa Dikmata angkatan 44 akan melanjutkan orientasi dan pendidikan di Kawah Candradimuka Puslatdiksarmil Kodiklatal, yang meliputi pengenalan pola pendidikan serta sarana dan prasarana pendidikan. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































