HANKAM

Kodiklatad Perkuat Kerja Sama Latihan Militer dengan Angkatan Darat Australia

Kodiklatad Perkuat Kerja Sama Latihan Militer dengan Angkatan Darat Australia
(Dok Dispenad)

Jakarta, IDM – Komandan Kodiklat TNI Angkatan Darat (AD) Letjen TNI Ignatius Yogo Triyono menerima kunjungan kehormatan dari Panglima Divisi 1 Angkatan Darat (AD) Australia Major General Scott Winter, di Makodiklatad, Bandung, Jawa Barat, Rabu (25/5).

Pertemuan tersebut dilaksanakan guna menjalin hubungan bilateral antara Kodiklatad dengan Angkatan Darat Australia dalam berbagai bentuk interaksi sebagai upaya peningkatan profesionalisme prajurit.

(Dok Dispenad)

Tiba di lapangan Makodiklatad, Winter disambut oleh Ignatius serta disuguhkan tayangan video dokumenter pelaksanaan latihan Junior Officer Combat Instructor – Indonesia (JOCIT-I) yang baru saja resmi ditutup. Sebelumnya, Winter secara resmi menutup kegiatan latihan JOCIT-I di Pusdikif Pussenif Cipatat.

Selain itu, Ignatius dan Winter juga berdiskusi terkait beberapa hal di antaranya pembangunan fasilitas latihan, perencanaan Latma Super Garuda Shield, peningkatan kerja sama latihan dan pelatih militer, peningkatan inovasi teknologi melibatkan institusi sipil serta wacana kerja sama bidang doktrin militer. (ADT)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.