Kodiklatad Perkuat Kerja Sama Latihan Militer dengan Angkatan Darat Australia

Jakarta, IDM – Komandan Kodiklat TNI Angkatan Darat (AD) Letjen TNI Ignatius Yogo Triyono menerima kunjungan kehormatan dari Panglima Divisi 1 Angkatan Darat (AD) Australia Major General Scott Winter, di Makodiklatad, Bandung, Jawa Barat, Rabu (25/5).
Pertemuan tersebut dilaksanakan guna menjalin hubungan bilateral antara Kodiklatad dengan Angkatan Darat Australia dalam berbagai bentuk interaksi sebagai upaya peningkatan profesionalisme prajurit.

Tiba di lapangan Makodiklatad, Winter disambut oleh Ignatius serta disuguhkan tayangan video dokumenter pelaksanaan latihan Junior Officer Combat Instructor – Indonesia (JOCIT-I) yang baru saja resmi ditutup. Sebelumnya, Winter secara resmi menutup kegiatan latihan JOCIT-I di Pusdikif Pussenif Cipatat.
Selain itu, Ignatius dan Winter juga berdiskusi terkait beberapa hal di antaranya pembangunan fasilitas latihan, perencanaan Latma Super Garuda Shield, peningkatan kerja sama latihan dan pelatih militer, peningkatan inovasi teknologi melibatkan institusi sipil serta wacana kerja sama bidang doktrin militer. (ADT)
Hankam

Dilengkapi dengan Konsol OMC, C-130 Hercules A-1319 Semai 53,1 Ton NaCl di Sumsel
TNI Angkatan Udara memodifikasi pesawat C-130 Hercules A-1319 dengan konsol Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menanggulangi karhutla, dan telah berhasil menyemai 53,1 ton NaCl dalam 12 sortie di Sumatra Selatan.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































