HANKAM

Kodam Kasuari Gelar Upacara Ops Gaktib dan Yustisi TA 2022

Kodam Kasuari Gelar Upacara Ops Gaktib dan Yustisi TA 2022
(Pendam XVIII/Ksr)

Manokwari, IDM - Pangdam XVIII/Kasuari, Mayjen TNI Gabriel Lema, bersama Danpomdam XVIII/Kasuari dan perwakilan dari POM AL dan AU di wilayah Manokwari mengikuti Upacara Operasi Penegakkan dan Penertiban (Ops Gaktib) dan Yustisi TA 2022, melalui virtual dari ruang Yudha, Makodam XVIII/Kasuari, Trikora, Arfai 1, Papua Barat, Rabu (23/2).


(Pendam XVIII/Ksr)

Upacara Ops Gaktib dan Yustisi TA 2022 ini dipimpin oleh Irjen TNI yakni Letjen TNI (Mar) Bambang Suswantono, langsung dari Puspom TNI, Jakarta.

Ops Gaktib dan Yustisi 2022 yang digelar oleh POM TNI ini bertujuan untuk menekan dan mencegah pelanggaran yang dilakukan anggota TNI.


(Pendam XVIII/Ksr)

Dalam pelaksanaannya Puspom TNI sebagai pengawasan fungsi kepolisian bertindak sebagai koordinator dalam menyusun rencana operasi kepolisian militer yang meliputi penyelidikan kriminal, penegakan hukum, disiplin dan tata tertib di lingkungan TNI.

Operasi yang dimulai pada tanggal 23 Februari 2022 kali ini mengusung tema, “Dengan Operasi Gaktib dan Operasi Yustisi TA 2022.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.