Klarifikasi TNI: Akan Bangun 22 Kodam Baru di Seluruh Indonesia Termasuk IKN, Bukan 37

Jakarta, IDM - Kapuspen TNI Mayjen TNI Nugraha Gumilar memberikan klarifikasi terkait beredarnya berita rencana penambahan 37 Kodam baru, beberapa berita menurutnya membuat masyarakat salah menafsirkan.
Baca Juga: Rencana TNI AL Siapkan Sensor untuk Pertahanan Wilayah ALKI II IKN
"Berita tersebut menggambarkan TNI akan menambah 37 Kodam baru, hal tersebut merupakan salah mengartikan dari rencana TNI yang akan menambah jumlah Kodam yang akan diimplementasikan secara bertahap," kata Kapuspen dalam keterangan resminya diterima Kamis, (29/2).
Ia meluruskan bahwa proyeksi ke depan TNI akan menggelar total 37 Kodam di seluruh Indonesia, sehingga direncanakan akan ada penambahan 22 Kodam baru melengkapi 15 Kodam yang sudah ada saat ini.
Baca Juga: Poltekad Dapat Hibah 1 Set Radar Pasif dari Kemhan
"Agar masyarakat tidak salah menafsirkan terkait rencana TNI (TNI AD) yang akan menambah jumlah Kodam yang akan di gelar di seluruh wilayah Indonesia termasuk di Ibu Kota Negara (IKN). Yang benar menambah menjadi 37 dari sebelumnya 15 Kodam, jadi penambahannya 22 Kodam," pungkasnya. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































