HANKAM

Ketum FKPPI Kunjungi KSAU di Mabesau

Ketum FKPPI Kunjungi KSAU di Mabesau
(Dok Dispenau)

Cilangkap, IDM - Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo menerima kunjungan Ketua Umum (Ketum) Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI-Polri (FKPPI) Pontjo Sutowo, di Mabesau, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (10/3).

Pertemuan ini, selain mempererat tali silaturahmi TNI AU dan FKPPI, juga sekaligus menyampaikan rencana pelantikan pengurus FKPPI periode 2021-2026 pada 30 Maret 20222 mendatang.

(Dok Dispenau)

Pada kesempatan tersebut Kepala Staf Angkatan Udara didampingi oleh Asisten Potensi Dirgantara (Aspotdirga) KSAU Marsda TNI Bowo Budiarto.

Sedangkan Ketum FKPPI didampingi Bendahara Umum FKPPI Fary Djeni Francis, Sekretaris Jenderal FKPPI Anna R Legawati, Ketua HIPWI FKPPI Toro Sudarmadi, serta pengurus FKPPI lainnya. (nhn)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Radar Ground Control Interception

Ini Cara Kerja Radar Pertahanan Tentukan Posisi Sasaran

Sistem radar pertahanan udara mengandalkan tiga parameter utama—jarak (range), arah (azimuth), dan ketinggian (altitude)—untuk mendeteksi serta melacak posisi sasaran secara akurat dalam ruang tiga dimensi.

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.