HANKAM

Kerahkan T-50i Golden Eagle, Lanud Iswahjudi Gelar Simulasi Force Down dalam Latihan Pertahanan Udara Perkasa B

Simulasi force down
Simulasi force down yang dilakukan oleh Lanud Iswahjudi dalam Latihan Pertahanan Udara Perkasa B yang digelar Komando Operasi Udara Nasional (Koopsudnas). (Foto: Dok. Instagram @lanud_iswahjudi)

Jakarta, IDM – Lanud Iswahjudi menggelar simulasi force down atau tindakan menurunkan paksa pesawat asing yang melanggar wilayah kedaulatan udara Indonesia.

Simulasi tersebut merupakan bagian dari Latihan Pertahanan Udara Perkasa B yang digelar Komando Operasi Udara Nasional (Koopsudnas) di Lanud Iswahjudi, Madiun, Kamis (20/2).

"Keberhasilan simulasi force down ini menjadi bagian penting untuk meningkatkan kesiapsiagaan personel dan alutsista dalam menghadapi segala bentuk ancaman udara," tulis Penerangan Lanud Iswahjudi dikutip dari instagran @lanud_iswahjudi.

Dalam simulasi tersebut diskenariokan satuan radar yang berada di bawah kendali Kosek II menangkap sinyal keberadaan pesawat asing, 'Boeing Patriot Airline', yang memasuki wilayah udara Indonesia tanpa izin.

Baca Juga: Pangdam Sriwijaya Berikan Arahan kepada Seluruh Prajurit Sebelum Pindah Tugas

Pesawat asing tersebut diperankan oleh pesawat C-130 Hercules asal Skadron Udara 32 Lanud Abdulrachman Saleh Malang.

Simulasi force down
(Foto: Dok. Instagram @lanud_iswahjudi)

"Merespons situasi tersebut, unsur tempur Skadron Udara 15 mendapatkan perintah dari Komandan Lanud Iswahjudi untuk segera melakukan scramble dan identifikasi langsung secara visual dengan menerbangkan dua pesawat tempur T-50i Golden Eagle," sambung Penerangan Lanud Iswahjudi.

Setelah dilakukan proses identifikasi, pesawat T-50i Golden Eagle melakukan intersepsi dan memerintahkan pilot pesawat asing tersebut untuk mendaratkan pesawatnya di Lanud Iswahjudi.

Baca Juga: Lanud Halim Perdanakusuma Gelar Latihan Rajawali Perkasa 2025, Uji Kemampuan Satuan

Setelah pesawat mendarat, tim Intelijen dan Satpom Lanud Iswahjudi beserta anjing pelacak melakukan pemeriksaan dan penggeledahan pesawat.

Selanjutnya, tim Explosive Ordnance Disposal (EOD) Depohar 60 melakukan pengamatan dan pengamanan untuk memastikan pesawat asing tersebut tidak membawa amunisi dan bahan peledak.

"Dalam proses penyelidikan oleh tim hukum, intelijen, dan Satpom Lanud Iswahjudi tidak ditemukan pelanggaran dan barang bukti yang berbahaya," pungkas Penerangan Lanud Iswahjudi. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.