Lanud Halim Perdanakusuma Gelar Latihan Rajawali Perkasa 2025, Uji Kemampuan Satuan

Jakarta, IDM – Lanud Halim Perdanakusuma melaksanakan Latihan Rajawali Perkasa Tahun Anggaran 2025 untuk menguji kemampuan dan kesiapan satuan jajaran serta meningkatkan profesionalisme dan sinergitas operasional TNI Angkatan Udara dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks.
Rajawali Perkasa merupakan latihan perpaduan Matra Udara 1 dan Latihan Kesiapsiagaan Lanud Halim Perdanakusuma sebagai tahap lanjutan dari latihan yang sudah dilaksanakan oleh setiap satuan jajaran Lanud Halim Perdanakusuma.
"Latihan ini diikuti oleh berbagai unsur yang ada di Lanud Halim Perdanakusuma guna memastikan kesiapan dan efektivitas operasi udara dalam berbagai skenario penugasan," jelas TNI AU dalam laman resminya tni-au.mil.id yang dikutip Kamis (20/2).
Baca Juga: Patkor Malindo 2025 Fokus Tindak Aktivitas Ilegal di Selat Malaka
Latihan tersebut dibuka oleh Komandan Wing Udara1 (Danwing Udara 1) Lanud Halim Perdanakusuma Kolonel Pnb Beny Apriyanto selaku Direktur Latihan di Wing Udara 1 Lanud Halim Perdanakusuma, mewakili Komandan Lanud Halim Perdanakusuma Marsma TNI Muzafar selaku Pimpinan Umum Latihan, Selasa (18/2).

“Melalui latihan ini, kita akan menguji dan memantapkan doktrin, taktik, serta prosedur yang telah kita persiapkan, sehingga nantinya dapat diaplikasikan secara optimal di lapangan sesuai dengan peran dan fungsinya,” ungkap Marsma TNI Muzafar dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Kolonel Pnb Beny
Lebih lanjut, Danlanud Halim Perdanakusuma berpesan agar seluruh peserta latihan dapat menjalankan setiap tahapan mission planning dengan penuh tanggung jawab, dedikasi, dan disiplin tinggi.
Baca Juga: Pangdam Sriwijaya Berikan Arahan kepada Seluruh Prajurit Sebelum Pindah Tugas
Selain itu, Muzafar juga menyoroti pentingnya menjaga keselamatan, memperhatikan setiap instruksi, dan memanfaatkan kesempatan ini untuk mengembangkan kemampuan individu dan kekompakan dalam tim.
“Ingatlah, latihan yang sukses bukan hanya diukur dari kelancaran pelaksanaan skenario, tetapi juga dari sejauh mana kita dapat menerapkan ilmu dan pengalaman yang diperoleh untuk mendukung tugas-tugas operasional di masa depan,” pungkas Danlanud Halim Perdanakusuma. (yas)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































