Kerahkan Pasukan Elit, Satbravo-90 Kopasgat Kawal Misi Evakuasi WNI dari Sudan

Jakarta, IDM - TNI Angkatan Udara (TNI AU) mengerahkan sejumlah personel Satbravo-90 Kopasgat untuk bertugas dalam misi evakuasi warga negara Indonesia (WNI) dari Sudan.
Pengerahan para prajurit terlatih dari Korps Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat) tersebut bertujuan untuk mengawal pelaksanaan misi agar tetap berlangsung dengan aman.
Panglima TNI Laksamana Yudo Margono dalam keterangan persnya mengungkapkan, meskipun terdapat gencatan senjata pada waktu evakuasi namun potensi ancaman masih tinggi sebagai imbas dari konflik yang terjadi di antara militer dan paramiliter Sudan.
Baca Juga: Panglima TNI Minta Maaf Atas Tindakan Arogan Prajuritnya yang Tendang Motor Seorang Ibu
"Makanya kita kirim tim Kopasgat yang nantinya akan mengamankan di bandara tempat untuk evakuasi,” kata Panglima TNI Yudo Margono.
Keterlibatan pasukan elit TNI AU untuk mengawal misi serupa bukanlah yang pertama. Sebelumnya, pada tahun 2021 dan 2022, prajurit Kopasgat juga dikerahkan untuk mengamankan misi evakuasi WNI dari Afghanistan serta Ukraina.
Dalam misi kali ini, selain personel Satbravo-90 Kopasgat, TNI melalui TNI Angkatan Udara (TNI AU) juga mengerahkan pesawat Boeing 737-400 Skadron Udara 17 Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta beserta kru untuk tergabung dalam Satgas Evakuasi WNI dari Sudan.
Baca Juga: Kopasgat Merespons Aksi Arogan Anggotanya: Tindak Tegas Pelaku dan Sampaikan Permohonan Maaf
Secara umum, personel TNI yang dikerahkan terdiri dari 39 orang meliputi kru pesawat, tim Kopasgat, dokter, Badan Intelijen Strategis (BAIS), dan tim Pusat Penerangan TNI. Satgas evakuasi kali ini berada di bawah pimpinan mission commander, Kolonel Pnb Noto Casnoto.
Mereka diberangkatkan dengan pesawat Boeing 737 dari Lanud Halim Perdanakusuma pada Selasa (25/4) untuk mengevakuasi 291 WNI dari Port Sudan menuju Jeddah Arab Saudi. (yas)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































