Kerahkan CN-235, TNI AU Gelar Patroli Udara Bersama di Selat Malaka

Jakarta, IDM – TNI Angkatan Udara (TNI AU) mengerahkan pesawat intai maritim CN-235 untuk melaksanakan patroli udara bersama bertajuk "Eye in the Sky" di Selat Malaka, Selasa (10/6).
Patroli udara tersebut merupakan bagian dari kerja sama regional antara negara-negara di kawasan dalam rangka menjaga keamanan serta stabilitas jalur pelayaran internasional yang padat di kawasan tersebut. Selat Malaka dikenal sebagai salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia dengan lebih dari 200 kapal melintas setiap harinya.
Baca Juga: Autocraft dan Eneron Hadirkan Teknologi Mobilitas Terbaru di Indo Defence 2025
Selain itu, patroli yang sama juga dilakukan sebagai upaya kolektif dan deteksi dini terhadap ancaman keamanan lintas batas di laut, seperti perompakan, penyelundupan, serta pelanggaran hukum laut internasional.
Selama menjalankan patroli udara ini, TNI AU menjalin komunikasi dan koordinasi dengan Angkatan Udara Malaysia serta Singapura yang juga terlibat di dalamnya.

"Dalam implementasi patroli udara bersama ini, pesawat terbang melintasi wilayah udara Selat Malaka untuk melakukan pemantauan terhadap aktivitas kapal-kapal yang melintas," tulis Penerangan Lanud Hang Nadim dikutip dari keterangan foto dalam instagram @lanudhangnadim, Kamis (12/5).
Data hasil pemantauan kemudian akan dianalisis bersama untuk menentukan tindak lanjut terhadap aktivitas mencurigakan yang terdeteksi.
Baca Juga: Rekrut 24.000 Ribu Tamtama, TNI AD: Prioritas untuk Kota/Kabupaten yang Tak Punya Batalyon
Komandan Lanud Hang Nadim Batam, Letkol Pnb Hendro Sukamdani mengatakan, kegiatan ini menjadi bentuk komitmen TNI AU dalam mendukung kerja sama trilateral Indonesia, Malaysia, dan Singapura.
Di sisi lain, patroli ini sekaligus menunjukkan peran strategis TNI AU dalam menjaga kedaulatan wilayah udara nasional serta mendukung perdamaian dan stabilitas kawasan Asia Tenggara. (yas)
Hankam

CVR Mi-17 Ditemukan, Investigasi Kecelakaan di Seruyan Masuki Tahap Penting
Tim gabungan TNI dan Basarnas berhasil menemukan Cockpit Voice Recorder (CVR) helikopter Mi-17 milik Puspenerbad di perairan Seruyan, Kalimantan Tengah, guna mendukung proses investigasi kecelakaan.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































