Kepala Bakamla RI Paparkan Strategi Wujudkan Tata Kelola Keamanan Laut

Jakarta, IDM - Kepala Bakamla RI Laksdya TNI Aan Kurnia memaparkan tiga rekomendasi strategi mewujudkan tata kelola keamanan laut. Hal tersebut disampaikannya saat mengisi seminar tentang pembangunan keamanan laut dalam rangka mencapai target RPJPN di Jakarta, Rabu (5/7).
Mengutip Puspen TNI Kamis (6/7), strategi pertama yang dijelaskan Aan yakni optimalisasi UU/Perundangan yang mengatur tata kelola dengan memanfaatkan teknologi.
Baca Juga: Jelang Hari Bakti TNI AU, Koops Udara Nasional Gelar Bakti Sosial di Satrad 211 Tanjung Kait
Kedua, membangun sistem informasi maritim nasional yang terintegrasi. "Melaksanakan pertukaran informasi untuk membangun big & data warehouse," kata Aan.
Rekomendasi terakhir, Aan mengatakan pembangunan struktur kekuatan keamanan maritim berteknologi yang mendukung penegakkan hukum keamanan laut juga penting dilakukan.
Baca Juga: Jelang Praspa Capaja, Taruna Akmil Laksanakan Tradisi Korps Kirab Kota Magelang
“Sebagai leading agency, sejumlah langkah dan upaya dilakukan oleh Bakamla RI sebagaimana merupakan juga implementasi strategi yang telah diuraikan di atas," ujar Aan.
Selain merekomendasikan langkah strategis tersebut, Aan juga menerangkan sejumlah aspek terkait pengelolaan keamanan laut seperti kondisi terkini, kerangka kerja tata kelola keamanan laut, serta upaya Bakamla RI untuk memenuhi langkah tersebut. (un)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































