HANKAM

Kendaraan Dinas TNI AD Mulai Gunakan BBM dari Limbah Plastik

Pangdam I/BB Mayjen TNI Hendy Antariksa
Pangdam I/BB Mayjen TNI Hendy Antariksa saat melihat proses alat destilator dan incenerator pengolah limbah plastik menjadi bahan bakar minyak (BBM). (Foto: Dok. Kodam I/BB)

Jakarta, IDM – Kendaraan dinas TNI AD di lingkungan Kodam I/Bukit Barisan (BB) mulai menggunakan Bahan Bakar Minyak (BBM) dari olahan limbah plastik.

Hal ini dipastikan saat Pangdam I/BB Mayjen TNI Hendy Antariksa melaksanakan kunjungan kerja ke Bengkel Peralatan Daerah (Bengrah) Paldam I/BB di Jalan Gaperta, Medan, Sumatra Utara, Selasa (26/5).

Dilansir dari keterangan Penkodam I/BB, Pangdam meninjau sejumlah fasilitas di lingkungan Paldam I/BB, mulai dari bangunan kantor, alat incenerator hingga proses kerja alat konversi BBM yang mengolah sampah plastik menjadi bahan bakar menyerupai premium untuk digunakan pada kendaraan bermotor.

Baca Juga: Prajurit Armed TNI AD Lumpuhkah Musuh di Hutan Kalimantan Timur

Dijelaskan berdasarkan hasil uji oktan, BBM yang dihasilkan memiliki kadar minyak mencapai 98 persen sehingga dapat dimanfaatkan untuk kendaraan maupun alat satuan yang menggunakan bahan bakar tersebut.

Untuk diketahui alat incinerator ini dirancang dengan dua tipe. Pertama, incinerator mobile dirancang menggunakan rangka baja beroda agar mudah dipindahkan. Sistem pembakaran memanfaatkan drum logam sebagai ruang bakar yang dilengkapi saluran udara, sementara asap hasil pembakaran dialirkan melalui sistem filter berbahan penyaring untuk mengurangi polutan sebelum dilepaskan ke udara.

Pangdam I/BB Mayjen TNI Hendy Antariksa
(Foto: Dok. Kodam I/BB)

Sementara itu, incinerator rumah tangga dibuat dengan desain lebih sederhana dan aman untuk lingkungan permukiman. Alat ini menggunakan drum logam dengan sistem sirkulasi udara, rak pembakaran, serta saluran asap yang diarahkan menjauhi bangunan, sehingga cocok digunakan di area terbuka dengan pengawasan.

TNI AD Gencar Terapkan Program Kelola Sampah Jadi Bahan Bakar Alternatif

TNI AD memang tengah gencar menerapkan program pengelolahan sampah menjadi bahan bakar alternatif ramah lingkungan. Hal ini pertama kali diungkapkan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak saat Apel Komandan Satuan (Dansat) TNI Tahun Anggaran 2026 di Universitas Pertahanan (Unhan) Sentul, Jawa Barat, Rabu (29/4) lalu.

Pangdam I/BB Mayjen TNI Hendy Antariksa
(Foto: Dok. Kodam I/BB)

Berbagai langkah pun dilakukan di antaranya melakukan pertemuan dengan Kementerian Koordinator Bidang Pangan Nasional (Kemenko Pangan) dan menyepakati mempercepat implementasi pengelolaan sampah nasional.

Baca Juga: Bandara Kertajati Bakal jadi Pusat MRO Pesawat Hercules, Pemerintah Rumuskan “Sustainable Aerospace Park”

Pertemuan tersebut menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menangani permasalahan sampah yang telah menjadi isu strategis nasional. Dalam kesempatan itu, Maruli menegaskan kesiapan TNI Angkatan Darat untuk mendukung program pemerintah, termasuk dalam pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Selanjutnya, Maruli juga melakukan pertemuan dengan Gubernur Bali I Wayan Koster membahas pengembangan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) dan peninjauan calon lokasi proyek pengelolaan sampah berbasis Energi Baru Terbarukan (EBT).

Maruli pada kesempatan tersebut menyampaikan bahwa TNI AD siap mendukung pengelolaan sampah melalui teknologi pirolisis yang dinilai efektif, cepat, dan ramah lingkungan. Teknologi tersebut dirancang mampu mengolah sampah tanpa emisi terbuka serta menghasilkan energi terbarukan berupa bahan bakar dan listrik. Selain itu, TNI AD juga siap membantu sistem pengambilan dan pengelolaan sampah secara terpadu di wilayah Bali.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.