HANKAM

Kemhan: Tiga Jenazah Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon akan Diberangkatkan ke Indonesia Pekan Ini

Kepala Biro Infohan Kemhan RI Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait.
Kepala Biro Infohan Kemhan RI Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait. (IDM/Nirmala Maulana)

Jakarta, IDM - Kementerian Pertahanan RI menyatakan, tiga prajurit TNI yang gugur saat bertugas menjadi pasukan perdamaian di Lebanon atau United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), akan diberangkatkan pada pekan ini.

Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan RI Brigadir Jenderal TNI Rico Ricardo Sirait mengatakan, ketiga jenazah saat ini sudah berada di rumah sakit Saida di Lebanon.

“Sedang (dilakukan) pemulasaraan jenazah yang rencananya akan dikembalikan ke Tanah Air. Pemberangkatan kemungkinan kalau enggak hari Jumat (3/4), akan dilaksanakan hari Sabtu (4/4),” kata Rico kepada awak media di Kemhan RI, Jakarta Pusat, Kamis (2/4).

Baca Juga: TNI Kerahkan Para Prajurit Tangani Dampak Gempa di Sulawesi Utara

Rico belum bisa memastikan jadwal pasti keberangkatan ketiga jenazah tersebut. Sebab, jadwal penerbangan minim karena konflik di kawasan Negara Teluk.

“Update berikutnya akan kami sampaikan setelah ada kepastian kapan kepulangan jenazah tiga prajurit TNI yang telah gugur di Lebanon,” ujar Rico.

Diketahui, tiga prajurit TNI yang tergabung dalam UNIFIL dinyatakan gugur. Mereka adalah Kapten (Inf) Zulmi Aditya, Sertu M Nur Ichwan, dan Praka Farizal Rhomadhon yang tergabung dalam Satuan Tugas Batalion Mekanis (Satgas Yonmek) TNI Kontingen Garuda (Konga) XXIII-S UNIFIL.

Praka Farizal Rhomadhon gugur setelah menjadi korban ledakan artileri yang menyasar markas pasukan perdamaian di Lebanon Selatan, pada Minggu (29/3) petang waktu setempat.

Baca Juga: Peserta Asean Plus Cadet Sail Jajal Latihan VBSS Bareng Kopaska di KRI Bima Suci

Menurut Kantor Berita Nasional Lebanon (NNA) yang disiarkan Anadolu Ajansi, penembakan artileri itu dari Israel, dengan menargetkan markas kontingen Indonesia yang bertugas sebagai pasukan perdamaian PBB di Adshit al-Qusayr. Namun, UNIFIL masih mendalami asal muasal artileri tersebut.

Sementara itu, Kapten (Inf) Zulmi Aditya dan Sertu M Nur Ichwan gugur setelah kendaraan yang mereka tumpangi meledak di sekitar Bani Hayyan, Sektor Timur, Lebanon Selatan, Senin (30/3) waktu setempat.

Berdasarkan laporan dari daerah penugasan, insiden tersebut terjadi pada saat Tim Escort atau pembuka ambulans dari Kompi B Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL yang tergabung dalam Sector East Mobile Reserve (SEMR) melaksanakan pengawalan konvoi combat support service unit (CSSU). (nma)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.