HANKAM

Kemhan RI-Angkatan Bersenjata Yordania Tukar Data Intelijen Sebelum Pengiriman Pasukan Perdamaian ke Gaza

Sjafrie Sjamsoeddin dan Yousef Ahmed Al-Hunaity
Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin menerima kunjungan kehormatan Kepala Staf Gabungan Angkatan Bersenjata Yordania Mayor Jenderal Pilot Yousef Ahmed Al-Hunaity lewat upacara jajar kehormatan. (IDM/Muhammad Hidayat)

Jakarta, IDM – Kementerian Pertahanan RI dan Angkatan Bersenjata Yordania sedang menukar data intelijen sebelum pengiriman pasukan perdamaian ke Jalur Gaza dan sekitarnya, Palestina.

Penukaran data intelijen itu diperkuat dengan dibentuknya kerja sama terkait tukar-menukar informasi antara Indonesia dan Yordania.

Hal ini diungkapkan Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin setelah menerima kunjungan kehormatan Kepala Staf Gabungan Angkatan Bersenjata Yordania Mayor Jenderal Pilot Yousef Ahmed Al-Hunaity.

Baca Juga: Panglima TNI Pimpin Puncak HUT ke-80 Marinir 17 November, Gladi Pasukan Dimaksimalkan

“Karena kami melihat Yordania sangat dekat dengan situasi di Gaza, sehingga tadi kami memutuskan untuk meng-update laporan intelijen situasi di Gaza melalui Yordania, tentunya melalui atase pertahanan,” kata Menhan Sjafrie di kantor Kemhan RI, Jakarta Pusat, Jumat (14/11).

Sjafrie mengatakan bahwa pemerintah telah menyiapkan calon atase pertahanan (athan) Indonesia di Yordania.

Sjafrie Sjamsoeddin dan Yousef Ahmed Al-Hunaity
Kedua belah pihak menukar data intelijen terkait situasi di Jalur Gaza. (IDM/Muhammad Hidayat)

“Sekarang (perwira penghubungnya) masih liaison officers, dan juga Yordania akan segera menempatkan atase pertahanannya di Jakarta,” ujar Sjafrie.

Penempatan athan di Yordania itu bertujuan agar Indonesia tidak kehilangan komunikasi dengan Yordania, khususnya terkait kondisi terbaru di Gaza.

Baca Juga: Karier Meroket Brigjen Marinir Samson Sitohang, dari Eks Ajudan Jokowi ke Wadan Paspampres

“Jadi, yang penting adalah kita tidak kehilangan komunikasi, kita tidak kehilangan situasi. Sehingga pada saat kita mengetahui situasi yang pasti, kita tahu apa yang akan kita kerjakan di sana,” kata Menhan RI.

Sjafrie mengatakan, Presiden Prabowo Subianto menyiapkan sekitar 20.000 prajurit TNI untuk pasukan perdamaian di Gaza dan sekitarnya.

“Presiden Prabowo menyiapkan pasukan cukup besar, karena sebagaimana teman-teman tahu bahwa kita sedang menyiapkan juga pembangunan kekuatan kita di Indonesia, sedang kita tingkatkan. Jadi pemikiran beliau, kita maksimalkan 20.000 prajurit kita siapkan, tetapi spesifikasinya lebih kepada kesehatan dan konstruksi (zeni),” ucap Sjafrie. (nma)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.