HANKAM

Karier Meroket Brigjen Marinir Samson Sitohang, dari Eks Ajudan Jokowi ke Wadan Paspampres

Brigjen (Mar) Samson Sitohang.
Brigjen (Mar) Samson Sitohang. (Foto: Dok. Kodikmar)

Jakarta, IDM – Karier Brigjen (Mar) Samson Sitohang terus menanjak di lingkungan militer. Perwira asal Korps Marinir itu kini menjabat Wakil Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Wadan Paspampres) sejak 18 Oktober 2024, posisi yang membuatnya kembali berada di lingkar pengamanan Presiden.

Samson merupakan lulusan Akademi Angkatan Laut (AAL) 1998. Ia dikenal memiliki rekam jejak kuat di satuan-satuan elite Korps Marinir, seperti Batalyon Intai Amfibi (Taifib) dan Detasemen Jala Mangkara (Denjaka).

Baca Juga: 7 Perwira TNI AD Duduki Jabatan Strategis Usai Sertijab, Ini Daftarnya

Karier dari Taifib hingga Denjaka

Samson mengawali banyak penugasan strategis di lingkungan Korps Marinir. Ia pernah menjabat sebagai Komandan Batalyon Intai Amfibi 2 Marinir, kemudian memimpin Batalyon Infanteri 2 Marinir.

Perjalanan kariernya terus naik saat ia dipercaya masuk dalam jajaran komando Denjaka, satuan antiteror dan sabotase Korps Marinir, mulai dari Perwira Seksi Operasi (Pasiops) Denjaka, Wakil Komandan Denjaka, hingga akhirnya menjabat Komandan Denjaka pada 2022–2023.

Baca Juga: TNI AD Siapkan Pompa Hidram Dorong Swasembada Pangan Nasional

Samson juga menuntaskan beragam pendidikan militer, antara lain:

  1. Pendidikan Para (Terjun Payung)
  2. Pendidikan Komando Marinir
  3. Pendidikan Perwira Spesialis/Koperasi Perwira
  4. Pendidikan Intai Amfibi (Taifib)
  5. Pendidikan Terjun Bebas (Free Fall)
  6. Pendidikan Penanggulangan Teror Aspek Laut (PTAL)
  7. Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal)
  8. Sekolah Staf dan Komando TNI (Sesko TNI)

Pernah Dampingi Jokowi dari Dekat

Salah satu tugas yang membuat namanya dikenal luas adalah ketika ia ditunjuk sebagai Ajudan Presiden RI Joko Widodo, pada 2019–2021. Dua tahun mendampingi Presiden memberikan Samson pengalaman penting terkait pengamanan jarak dekat dan dinamika kerja lembaga kepresidenan.

Bekal tersebut membuatnya dianggap tepat mengisi jabatan Wadan Paspampres, mendampingi Komandan Paspampres dalam mengatur pengamanan Presiden, Wakil Presiden, dan tamu kenegaraan setingkat kepala negara.

Baca Juga: Instruksi Panglima TNI: Dukung Program KKRI, MBG hingga Produksi Etanol

Riwayat Jabatan Samson Sitohang

  1. Komandan Batalyon Intai Amfibi 2 Marinir (2013–2015)
  2. Komandan Batalyon Infanteri 2 Marinir (2015–2016)
  3. Perwira Seksi Operasi Detasemen Jala Mangkara (2016–2018)
  4. Wakil Komandan Detasemen Jala Mangkara (2018–2019)
  5. Asisten Intelijen Komandan Pasukan Marinir 2 (2019)
  6. Ajudan Presiden Republik Indonesia (2019–2021)
  7. Staf Ahli A Bidang Operasi Korps Marinir (2021–2022)
  8. Komandan Detasemen Jala Mangkara (2022–2023)
  9. Komandan Komando Pendidikan Marinir Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan, dan Latihan TNI Angkatan Laut (2023–2024)
  10. Wakil Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (2024–sekarang). (at)
PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.