Kemhan: KRI Ki Hajar Dewantara-364 tak Lagi Ekonomis Diperbaiki, akan Dijual secara Lelang

Jakarta, IDM – Kementerian Pertahanan RI menyatakan bahwa kapal perusak kawal atau korvet TNI Angkatan Laut, KRI Ki Hajar Dewantara-346, akan dijual karena sudah tua.
Presiden RI Prabowo Subianto telah mengeluarkan Surat Presiden (Surpres) R-33 tertanggal 14 Juli 2026 sebagai permohonan persetujuan ke DPR RI untuk penjualan KRI Ki Hajar Dewantara.
“Pertimbangan utamanya (dijual) karena KRI Ki Hajar Dewantara merupakan kapal yang sudah berusia tua dan secara teknis dinilai tidak lagi ekonomis apabila dilakukan perbaikan,” tutur Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan RI Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait dalam keterangannya, Kamis (20/8).
Baca Juga: Manuver KSAL di Bangkok: Jajaki Kerja Sama Pertahanan AL ASEAN
KRI Ki Hajar Dewantara, yang dipensiukan TNI AL pada 2019, diproduksi galangan kapal Uljanic yang berlokasi di Pula, Kroasia yang dulunya bagian dari Yugoslavia. Kapal yang dipersenjatai peluru kendali (rudal) Exocet MM-38 dan Mistral ini diluncurkan pada 1980.

“Setelah melalui proses demiliterisasi atau dismantling (pembongkaran), kapal tersebut masih memiliki nilai ekonomis, sehingga opsi penjualan dipandang dapat memberikan manfaat bagi negara,” ujar Rico melanjutkan.
Nantinya, penjualan KRI Ki Hajar Dewantara akan dilakukan melalui mekanisme lelang sesuai ketentuan yang berlaku.
Baca Juga: Temui Pimpinan AL Vietnam, KSAL Bahas Kapal Selam hingga Patroli ZEE
“Bukan penjualan langsung kepada negara tertentu. Jadi sampai saat ini belum ada negara atau pihak pembeli yang ditetapkan,” kata Rico.
Di sisi lain, DPR RI telah menerima Surpres R-33 tertanggal 14 Juli 2026 dari Presiden Prabowo terkait penjualan KRI Ki Hajar Dewantara. Surpres kemudian diserahkan ke Komisi I DPR RI.
Selanjutnya, pembahasan akan dilakukan oleh Komisi I bersama kementerian terkait untuk menelaah aspek teknis penjualan aset tersebut.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































